Fenomena FOMO di Jembatan Kabanaran, Dishub DIY Waspadai Gangguan Lalu Lintas Jelang Nataru

2026-01-12 16:18:58
Fenomena FOMO di Jembatan Kabanaran, Dishub DIY Waspadai Gangguan Lalu Lintas Jelang Nataru
YOGYAKARTA, – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyoroti munculnya fenomena fear of missing out (FOMO) di kawasan Jembatan Kabanaran.Jembatan tersebut kerap dijadikan lokasi foto-foto oleh pengendara dan wisatawan, sehingga dikhawatirkan mengganggu kelancaran lalu lintas saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan, fenomena FOMO di Jembatan Kabanaran perlu diantisipasi melalui patroli bersama untuk mencegah wisatawan berhenti di badan jembatan.“Jembatan Kabanaran diperlukan patroli bersama pada kawasan tersebut mengingat banyaknya PKL yang menggunakan badan jalan untuk berjualan, serta pengendara yang berhenti untuk berfoto,” kata Erni, Selasa .Baca juga: Jembatan Pandansimo Ganti Nama jadi Jembatan Kabanaran, Nama Dipilih Oleh Sultan HB XSelain Jembatan Kabanaran, Dishub DIY juga mewaspadai potensi gangguan serupa di kawasan Puncak Clongop, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.“Puncak Clongop, Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul diperlukan patroli bersama pada kawasan tersebut mengingat banyaknya PKL yang menggunakan badan jalan untuk berjualan dan di musim penghujan sangat rawan longsor,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Satpol PP DIY Bagas Seno Adji mengatakan, Jembatan Kabanaran sempat viral karena pemandangannya yang indah.Kondisi itu memicu munculnya pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangan di sekitar jembatan.Pihaknya akan melakukan patroli dan penertiban agar PKL tidak berjualan di area tersebut.“Jangan sampai PKL berhenti atau menjajakan makanannya di sana. Kalau ada yang jualan, berarti kan masyarakat nanti ada yang berhenti,” kata Bagas.Dok. SMGR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memasok 10.000 ton semen pada pembangunan Jembatan KabanaranIa juga mengingatkan potensi keramaian pada malam pergantian tahun baru, termasuk aktivitas masyarakat yang berhenti untuk menikmati pemandangan hingga menyalakan kembang api.“Perlu diantisipasi juga pada malam nanti pergantian tahun baru, di sana kan view-nya bagus, masyarakat mungkin akan memasang kembang api dan sebagainya, dan ini sudah kita antisipasi, jangan sampai ada di sana,” ujar Bagas.Bagas menjelaskan, jembatan pada dasarnya dirancang untuk menahan beban dinamis, bukan beban statis dalam waktu lama akibat kendaraan berhenti.“Jembatan didesain untuk beban dinamis bukan statis. Apabila ada masyarakat yang menghentikan kendaraan di sana akan membuat rawan kemacetan dan beban semakin berat sehingga rawan kerusakan,” jelasnya.Ia menambahkan, pada konstruksi Jembatan Kabanaran sebenarnya telah disediakan area bagi masyarakat untuk menikmati pemandangan, termasuk jalur khusus pejalan kaki.“Biar pun di sana sudah dikonstruksi, mungkin ada untuk masyarakat menikmati pada saat melihat ke pantai itu kan bisa. Dan khusus untuk pejalan kaki juga sudah disiapkan,” kata dia.Satpol PP DIY akan berkolaborasi dengan Dishub DIY dengan mendirikan pos pengawasan di kawasan Jembatan Kabanaran guna mengantisipasi kemacetan dan gangguan lalu lintas selama libur Nataru.


(prf/ega)