Bukan di Pohon, Lebah Purba Ini Malah Pilih Lubang Gigi Fosil Jadi Tempat Bertelur

2026-01-11 22:49:22
Bukan di Pohon, Lebah Purba Ini Malah Pilih Lubang Gigi Fosil Jadi Tempat Bertelur
  — Sebuah penemuan unik di Pulau Hispaniola mengungkap sisi lain dari kehidupan serangga prasejarah.Ilmuwan menemukan fosil sarang lebah di dalam lubang bekas gigi mamalia purba, sebuah perilaku yang belum pernah tercatat dalam sejarah sains.Temuan dari akhir periode Kuarter ini menjadi bukti pertama di dunia mengenai perilaku lebah yang sangat spesifik dan tak terduga.Baca juga: Bukan Homo erectus, Ini Sosok Manusia Purba yang Pertama Kali Keluar dari AfrikaKisah ini bermula dari sistem gua batu kapur yang penuh lubang runtuhan (sinkhole) di Pulau Hispaniola, Karibia.Selama ribuan tahun, lubang-lubang ini menjadi jebakan bagi satwa liar, yang bagi para ilmuwan justru menjadi "tambang emas" fosil.Dalam studi yang dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society B Biological Sciences, peneliti menemukan puluhan ribu fosil, mulai dari tikus langka, kukang, monyet, hingga buaya di sana.Namun, di antara sekian banyak temuan, keberadaan fosil sarang lebah di dalam sisa-sisa spesies yang telah punah adalah yang paling mencengangkan.Lazaro Viñola López, peneliti pascadoktoral di Field Museum Chicago, mengakui bahwa temuan ini hampir saja terlewatkan karena bentuknya yang sekilas mirip gumpalan tanah biasa.“Kami menemukan puluhan ribu fosil di gua-gua ini, tapi saya pikir yang paling tak terduga adalah sarang lebah di dalam sisa-sisa spesies yang telah punah. Itu bukan sesuatu yang kami harapkan dan menunjukkan perilaku lebah yang belum pernah terdokumentasi sebelumnya,” ujar Lazaro Viñola López dikutip IFL Science.Keanehan ini bermula saat tim meneliti fosil pelet burung hantu—sisa makanan yang dimuntahkan burung hantu—yang berisi tulang rahang mamalia kecil.Pada rahang tersebut, ditemukan sedimen aneh yang mengisi rongga tempat gigi.Karena gigi hewan pengerat tidak memiliki akar, gigi tersebut mudah lepas saat jaringan lunak membusuk, meninggalkan lubang kosong yang kemudian ditempati lebah purba untuk menetas.Melalui pemindaian CT Scan, terungkap struktur yang identik dengan sarang lumpur yang dibuat oleh lebah modern saat ini.Di dalam rongga tersebut, peneliti bahkan menemukan butiran serbuk sari—camilan kecil yang ditinggalkan oleh induk lebah untuk dimakan larva mereka setelah menetas.Pilihan lokasi bersarang di dalam lubang gigi fosil ini kemungkinan besar merupakan strategi cerdas lebah purba untuk melindungi bayi-bayi mereka dari serangan tawon predator.Baca juga: Temuan Spesies Baru “Kucing Bertaring Pedang Palsu” Ungkap Evolusi Predator PurbaKondisi gua yang unik memungkinkan sarang ini bertahan selama 20.000 tahun, meskipun individu lebahnya sendiri tidak ikut terawetkan.Sarang fosil ini kemudian diberi nama ilmiah Osnidum almontei. Meskipun belum dipastikan apakah spesies lebah ini masih hidup hingga sekarang atau sudah punah, temuan ini memberikan pelajaran penting bagi para arkeolog.“Bagi saya, ini adalah pengingat untuk sangat berhati-hati saat memeriksa fosil. Anda tidak akan pernah tahu kapan gumpalan lumpur yang tampak tidak berarti ternyata merupakan perilaku baru bagi ilmu pengetahuan,” pungkas Viñola López.


(prf/ega)