Polisi Gadungan Bawa Kabur Motor Ojol di Penjaringan Jakut Positif Sabu

2026-02-03 20:26:43
Polisi Gadungan Bawa Kabur Motor Ojol di Penjaringan Jakut Positif Sabu
Polisi gadungan bernama Dandi Maulana (25) ditangkap di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), setelah membawa kabur motor pengemudi ojek online (ojol). Polisi kemudian melakukan tes urine dan hasilnya pelaku positif mengonsumsi sabu."Hasil pemeriksaan urine menunjukkan pelaku positif mengonsumsi amphetamine dan methamphetamine," kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agus Ady Wijaya, Kamis .Agus mengungkap pelaku bukan baru pertama melakukan tindak kejahatan. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diketahui pernah melakukan penipuan dan penggelapan serupa pada 2022."Selain itu, dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui merupakan residivis yang pernah terlibat kasus penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor pada tahun 2020 di wilayah Kalideres dan Cengkareng," bebernya.Diketahui, pelaku ditangkap polisi pada Minggu siang. Dalam aksinya, Dandi mengaku sebagai anggota Polri."Unit Reskrim Polsek Metro Penjaringan berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan dengan modus mengaku sebagai anggota Polri," kata Agus.Kasus pencurian motor ojol berawal ketika korban mengaku sebagai anggota dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Pelaku kemudian meminta diantar korban ke kawasan Kalijodo."Pelaku menghentikan korban yang berprofesi sebagai ojek online, lalu meminta diantar ke kawasan Kalijodo dengan dalih akan melakukan penangkapan kasus narkoba," jelasnya.Lihat juga Video: Polisi Gadungan di Bekasi: Beraksi 20 Tahun, Tipu Puluhan Juta[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-03 19:59