Tarakan Diguncang Gempa M 4,8, Dipicu Aktivitas Sesar Tarakan

2026-01-15 11:33:21
Tarakan Diguncang Gempa M 4,8, Dipicu Aktivitas Sesar Tarakan
TARAKAN, - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 4,8 mengguncang wilayah Tarakan, Kalimantan Utara, pada hari Rabu, 05 November 2025 pukul 17:37:11 WIB.Guncangan signifikan akibat gempa ini dilaporkan dirasakan luas oleh masyarakat hingga memicu kerusakan di sejumlah lokasi.Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.33° LU dan 117.82° BT, atau tepatnya di laut pada jarak 24 km Tenggara Tarakan dengan kedalaman dangkal, yakni 10 km.Baca juga: Gempa di Gorontalo Dirasakan Warga: Rumah Bergetar, Kaca-kaca BerbunyiBMKG memastikan bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi kedalaman dangkal. Mekanismenya bersumber dari aktivitas tektonik Sesar Tarakan.Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi BMKG, Daryono menjelaskan bahwa lokasi dan kedalaman hiposenter gempa ini jelas menunjukkan keterkaitannya dengan struktur sesar lokal yang aktif di wilayah tersebut."Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya yang hanya 10 km, gempa Tarakan M 4.8 ini tergolong gempa dangkal. Gempa ini dipicu oleh aktivitas pergerakan pada Sesar Tarakan," ujar Daryono BMKG dalam keterangan resminya.Daryono menambahkan, masyarakat perlu mewaspadai potensi gempa dangkal seperti ini karena meskipun magnitudo relatif menengah, kedalamannya yang sangat dangkal dapat menghasilkan guncangan kuat di permukaan.Gempa bumi ini dirasakan kuat di beberapa wilayah. Berdasarkan laporan, intensitas guncangan tertinggi mencapai skala IV-V MMI di Tarakan.Skala IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity) menunjukkan guncangan yang dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang.Guncangan juga dirasakan di wilayah lain dengan intensitas sebagai berikut:Hingga saat ini, BMKG telah menerima laporan adanya dampak kerusakan yang ditimbulkan, khususnya di wilayah Kampung Empat dan Mamburungan, Tarakan.Baca juga: BNPB Ingatkan Warga Kebumen Waspadai Gempa dan Tsunami, Tekankan KesiapsiagaanTerkait potensi gempa bumi lanjutan, Dr. Daryono menyampaikan perkembangan terkini dari hasil monitoring BMKG."Hingga pukul 17:51 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Kami terus memantau situasi secara ketat," tegas Daryono.Daryono mengimbau masyarakat di wilayah Tarakan dan sekitarnya untuk tetap tenang namun waspada.Ia juga meminta warga agar menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan memastikan bangunan tempat tinggal mereka tidak mengalami kerusakan struktural akibat gempa.Masyarakat diharapkan memantau informasi resmi hanya dari kanal BMKG guna menghindari berita bohong (hoaks).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-15 10:06