Zulhas Terkekeh, Akui Terima 19 Inpres-Perpres dari Prabowo

2026-01-14 05:20:59
Zulhas Terkekeh, Akui Terima 19 Inpres-Perpres dari Prabowo
JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku menerima 19 produk hukum dari Presiden Prabowo Subianto sepanjang menjadi bagian Kabinet Merah Putih.Pengakuan itu disampaikan saat dikonfirmasi terkait pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyebut Zulhas, ketua umum partainya, menjadi menteri yang menerima produk hukum dari Prabowo.Produk hukum dari Prabowo itu antara lain berbentuk Peraturan Instruksi Presiden (Inpres), Peraturan Presiden (Perpres) hingga Keputusan Presiden (Keppres).“Oh iya Saya terima 19, 19 Inpres, Keppres, Perpres,” ujar Zulhas terkekeh saat ditemui usai sosialisasi harga pupuk subsidi di Cikampek, Cikarang, Jawa Barat, Kamis .Baca juga: Zulhas Sebut Nelayan, Peternak, dan Petambak Masih MiskinDalam acara sosialisasi itu, kepada petani Zulhas menceritakan bagaimana dirinya mengusulkan Presiden Prabowo agar memangkas regulasi untuk memperbaiki tata kelola distribusi pupuk.Zulhas menceritakan, dua hari setelah dirinya diangkat menjadi Menteri Koordinator bidang Pangan, ia didatangi Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi ke rumahnya.Saat itu, kata Zulhas, dirinya bahkan belum memiliki tempat untuk berkantor.Pada pertemuan itu, Rahmad menceritakan masalah distribusi pupuk yang dituangkan dalam berlembar-lembar kertas.Belum selesai Rahmad menjelaskan persoalannya, Zulhas memotong. Ia mengaku sudah mengetahui distribusi pupuk itu rumit.“Pasti berputar-putar kan? Iya. Sudah kita pangkas,” tutur Zulhas.Setelah itu, ia mengusulkan kepada Prabowo untuk memangkas regulasi distribusi pupuk yang rumit. Presiden lalu menerbitkan Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.“Saya bilang, ‘Pak Presiden ini kalau mau cepat pangkas’,” tutur Zulhas.Baca juga: Kata Zulhas ke Petani: Sejarah Baru Era Prabowo, Harga Pupuk TurunBerkat Perpres itu, sekitar 144 regulasi distribusi pupuk dipangkas, membuat pupuk bisa sampai ke petani sebelum masa tanam.Padahal, tata kelola diperbaiki distribusi pupuk rumit karena harus ditandatangani kepala daerah.“Teken bupati, teken bupatinya partai lain. Ini partai beda enggak mau teken. Ruwet, ruwet betul, hah, wes ruwet,” ujar Zulhas.Sebelumnya, Eddy Soeparno menyebut, Ketua Umum PAN, Zulhas menjadi menteri di Kabinet Merah Putih yang menerima produk hukum dari presiden paling banyak.Informasi itu Eddy sampaikan saat dimintai tanggapan terkait pernyataan presiden yang akan mencopot menterinya setelah ditegur tiga kali."Kami kebetulan Ketua Umum kami yang juga Menko Pangan merupakan salah satu menteri yang paling banyak menerima inpres dan keppres," kata Eddy, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-14 04:56