Puan Soroti Kasus "Bullying" di Hari Guru 2025, Desak Negara Perkuat Benteng Moral Sekolah

2026-01-12 06:59:45
Puan Soroti Kasus
– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani menyoroti serius maraknya kasus perundungan (bullying) yang berujung fatal di lingkungan pendidikan Indonesia.Dalam peringatan Hari Guru Nasional bertema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, Selasa , Puan menegaskan, kekuatan bangsa saat ini sangat bergantung pada kemampuan guru menjadi benteng moral dan pelindung siswa dari kekerasan.“Tugas guru saat ini jauh lebih berat dibanding dekade sebelumnya. Guru tidak hanya mengajar, tetapi menjadi penjaga nilai moral, pelindung siswa dari kekerasan dan perundungan, serta figur yang menjaga arah pembentukan karakter generasi muda," katanya dalam siaran pers.Puan menegaskan, di tengah arus informasi yang deras, pengaruh negatif dari media sosial dan maraknya perundungan, guru adalah benteng moral terakhir bagi anak-anak Indonesia.Puan mengatakan, meskipun guru memiliki peran sentral dalam upaya pencegahan, tanggung jawab tersebut tidak boleh dibebankan hanya kepada mereka.Baca juga: Anggota DPR Usul RI Contoh Korsel Rekam Riwayat Pelaku Bullying saat Daftar KuliahOleh karenanya, mantan Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu menekankan, harus ada penanganan lebih lanjut terkait kasus perundungan. “Eskalasi kasus perundungan, kekerasan verbal, intimidasi sosial, hingga penganiayaan fisik yang menyebabkan kematian adalah bukti bahwa sistem perlindungan anak di sekolah kurang bekerja dengan baik,” ujar Puan.Untuk penegakan hukum terhadap kasus perundungan, ia mengingatkan bahwa prosesnya harus disesuaikan dengan kriteria peradilan anak serta prinsip perlindungan anak.“Negara harus hadir dengan langkah korektif yang bersifat menyeluruh, bukan parsial atau seremonial. Keselamatan anak di sekolah bukan hanya tanggung jawab guru atau kepala sekolah, tetapi tanggung jawab negara,” tegasnya.Oleh karena itu, Puan mendorong adanya pedoman khusus yang mengatur mengenai masalah bullying. Baca juga: Perlukah Riwayat Bullying Jadi Pertimbangan Masuk Perguruan Tinggi di Indonesia?Terlebih, tren bullying di Indonesia semakin meningkat sehingga diperlukan penanganan komprehensif untuk mengurangi dan mencegah bullying.“Tentunya termasuk peran guru agar semakin dimaksimalkan untuk mencegah aksi-aksi bullying di lingkungan pendidikan,” ujar Puan.Lebih lanjut, Puan menyoroti meningkatnya kasus perundungan di sekolah, beberapa di antaranya berujung pada luka berat, trauma psikologis, hingga kematian. Dia menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangkaian kasus perundungan yang baru-baru ini merenggut nyawa peserta didik, termasuk siswa MH di Tangerang Selatan dan TA di Wonosobo.“Rangkaian peristiwa ini merupakan alarm nasional bahwa kekerasan di lingkungan sekolah telah mencapai tahap yang fatal, bukan lagi sekadar perilaku bermasalah antar siswa,” sebut Puan.Baca juga: Marak Kasus Bullying di Sekolah, Puan Desak Evaluasi Menyeluruh


(prf/ega)