Menbud Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwana XIII

2026-01-30 22:43:51
Menbud Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwana XIII
Menteri Kebudayaan RI (Menbud) Fadli Zon menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, Sri Susuhunan Pakubuwana (PB) XIII. Ucapan belasungkawa tersebut disampaikannya secara langsung saat melakukan takziah ke Keraton Surakarta Hadiningrat, Jawa Tengah (Jateng)."Atas nama Kementerian Kebudayaan, saya menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas wafatnya Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwana XIII," ujar Fadli, dalam keterangan tertulis, Rabu .Lebih lanjut, Fadli menegaskan kepedulian dan komitmen Kemenbud terhadap pelestarian warisan budaya Keraton Surakarta. Saat ini, Kementerian tengah memfasilitasi pemugaran Panggung Songgo Buwono dan Museum Keraton Surakarta sebagai bagian dari upaya pelindungan cagar budaya nasional."Kami berharap aset budaya dan cagar budaya keraton ini dapat terus menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional kita," kata Fadli.PB XIII lahir di Surakarta pada 28 Juni 1948 dan wafat pada 2 November 2025 pada usia 77 tahun. PB XIII merupakan putra tertua dari Sri Susuhunan Pakubuwana XII dan menjabat sebagai Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada tahun 2004.Sepanjang masa kepemimpinannya, almarhum dikenal sebagai sosok yang arif, bersahaja, dan berkomitmen kuat terhadap pelestarian budaya Jawa serta penguatan peran keraton sebagai pusat kebudayaan.Di bawah kepemimpinan PB XIII, Keraton Surakarta tetap menjadi ruang hidup bagi tradisi, upacara adat, serta berbagai kegiatan kebudayaan yang memperkuat jati diri bangsa.Kemenbud menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian dan dedikasi PB XIII dalam menjaga serta merawat warisan budaya bangsa. Wafatnya PB XIII meninggalkan warisan nilai berharga bagi kebudayaan nasional yang akan terus dijaga dan diteruskan oleh generasi penerus bangsa.Sebagai informasi, pada takziah tersebut, Fadli turut didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya Basuki Teguh Yuwono; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual Putri Woelan Sari; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda; serta Direktur Warisan Budaya I Made Dharma Suteja.Tonton juga Video: Prosesi Antar Jenazah PB XIII dari Keraton Solo ke Imogiri[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-30 22:04