CILACAP, - Memasuki hari keempat pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bau tak sedap mulai tercium di lokasi.Bau tersebut dirasakan oleh warga sekitar dan mereka yang datang untuk menyaksikan proses pencarian korban hilang pada Minggu pagi."Ini bukan bau biasa," ungkap Sutrisno, salah satu warga setempat.Baca juga: Longsor Cibeunying Cilacap, 1 Lagi Ditemukan Tewas, Total Korban Jadi 12Hingga pukul 15.00 WIB, di Dusun Tarukahan diperkirakan masih ada enam korban yang belum ditemukan, sementara di Dusun Cibuyut, terdapat lima korban yang diperkirakan masih tertimbun.Untuk mempercepat operasi pencarian di kedua dusun tersebut, sebanyak 21 unit ekskavator dan 17 unit pompa air (alkon) dikerahkan ke lokasi hari ini.Baca juga: Identifikasi Korban Longsor di Cibeunying Cilacap, Tim DVI Polri Turun TanganSelain itu, sembilan unit anjing pelacak (K-9) juga kembali diturunkan untuk membantu pencarian.Kepala Kantor SAR Cilacap, Abdullah, menjelaskan bahwa dalam operasi hari keempat ini, area pencarian dipersempit dari semula lima titik menjadi empat titik."Skema pencarian hari keempat kami persempit, yang tadinya lima workseat, sekarang di empat workseat. Pencarian di sektor A3 kami hentikan karena seluruh korban telah ditemukan," jelas Abdullah.Longsor di Cibeunying terjadi pada Kamis malam. Sejumlah rumah terhantam material longsor. Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Budi Irawan, mengatakan salah satu kendala utama adalah kedalaman material longsor yang menimbun rumah warga.“Itu ada kedalaman dari 2–3 meter sampai dengan 8 meter,” ujarnya.Budi menegaskan upaya pencarian dilakukan secara maksimal. Jumlah alat berat pun turut ditambah.“Penambahan alat berat diharapkan mempercepat evakuasi korban yang masih tertimbun,” kata dia.Di tengah pencarian yang masih berlangsung, warga setempat berinisiatif memasang bambu-bambu penanda di titik-titik yang diyakini sebagai lokasi rumah sebelum tertimbun longsor.Setiap bambu diberi tanda plastik agar mudah terlihat dari kejauhan. Penanda ini dipasang berdasarkan ingatan warga tentang posisi rumah sebelum musibah terjadi.Warga Cibeunying, Taufik Hidayat, berharap penanda tersebut membantu tim SAR mengarahkan pencarian.“Harapannya, hari ini tim SAR gabungan bisa melakukan evakuasi dengan petunjuk bambu-bambu yang sudah dipasang,” ujar Taufik.Kini, deretan bambu menjadi panduan utama pencarian. Tim SAR menyisir area tersebut, terutama di lokasi yang diduga menimbun satu keluarga dengan kedalaman 3 hingga 8 meter. Untuk memaksimalkan operasi, tim juga mengerahkan anjing pelacak di titik prioritas.
(prf/ega)
Bau Tak Sedap Mulai Menyeruak di Lokasi Longsor Cibeunying Cilacap
2026-01-12 04:09:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:40
| 2026-01-12 03:35
| 2026-01-12 03:10
| 2026-01-12 02:49










































