Sejarah Gedung Sate, Bagian Kompleks Pusat Pemerintahan Kolonial Belanda

2026-01-12 07:29:16
Sejarah Gedung Sate, Bagian Kompleks Pusat Pemerintahan Kolonial Belanda
- Gedung Sate di Kota Bandung, Jawa Barat merupakan salah satu tempat bersejarah di Indonesia.Gedung Sate berlokasi di Jalan Diponegoro atau sekitar lima kilometer dari Stasiun Bandung.Tepat pada 27 Juli 2020, Gedung Sate yang dulunya bernama Gouvernements Bedrijven berusia 100 tahun sejak pertama kali dibangun pada 27 Juli 1920. Artinya, kini Gedung Sate sudah berusia 105 tahun.Baca juga: Sejarah Singkat Pemberian Nama Gedung SateGedung Sate dibangun pada masa kolonial Belanda sebagai bagian dari rencana besar pembangunan Pusat Instansi Pemerintah (Gouvernement Bedrijven) di Kota Bandung.Awalnya, pembangunan gedung bermula saat Gubernur Jenderal van Limburg Stirum pada 1918 menetapkan Bandung sebagai ibu kota Hindia Belanda."Alasan pemindahan itu disebabkan kondisi lingkungan di Batavia yang sudah mulai tercemar," kata Ridwan Hutagalung, kurator museum Gedung Sate, saat dihubungi via telepon seluler, Jumat , mengutip Kompas.com.Baca juga: 7 Tempat Wisata di Bandung yang Dilewati Bandros, Ada Gedung SateKantor pusat Departemen Instansi Pemerintahan, atau Departement van Gouvernements Bedrijven, merupakan yang pertama dibangun oleh tim arsitek pimpinan Johann Gerber./DENDI RAMDHANI Wajah baru Gedung Sate, Bandung.Peletakan batu pertama dilakukan oleh Johanna Catherina Coops selaku putri walikota Bandung, dan Petronella Roelofsen yang mewakili Gubernur Jenderal Hindia Belanda.Pembangunan Gouvernements Bedrijven rampung pada September 1924. Pada saat itu, gedung memiliki beberapa fungsi.Adapun fungsi yang dimaksud adalah sebagai Hoofdbureau Post Telegraaf en Telefoondienst dan Kantor Departement Verkeer en Waterstaat (Kantor Jawatan Pekerjaan Umum dan Pengairan).Baca juga: 10 Tempat Wisata Bandung Dekat Gedung Sate, Mampir ke BragaSelanjutnya Centerale Bibliotheek (Perpustakaan Pusat) yang merupakan gabungan koleksi buku dari tujuh buah jawatan, dan Laboratorium Geologi sampai memiliki gedung sendiri di Wilhelmina Boulevard atau Jalan Diponegoro pada 1928.Pembangunannya dirancang oleh Kolonel Geni V.L. Slors bersama arsitek J. Gerber pada awal abad ke-20. Lokasi pembangunan dipilih di lahan seluas 27.000 meter persegi yang terbentang lurus ke arah Gunung Tangkuban Parahu.Rencana awalnya, kawasan tersebut akan menampung berbagai departemen pemerintahan Hindia Belanda, mulai dari Departemen Pekerjaan Umum, Kehakiman, Keuangan, Pendidikan, hingga Mahkamah Agung.Namun, dari seluruh rancangan hanya beberapa gedung yang berhasil diselesaikan, termasuk Gedung Departemen Pekerjaan Umum yang kini dikenal sebagai Gedung Sate.Wikimedia Commons Penampakan museum gedung sate di Bandung.


(prf/ega)