Rombongan Pelajar Jepang Curi 40 Baju di Ubud Bali, Aksinya Terekam CCTV

2026-01-12 17:28:52
Rombongan Pelajar Jepang Curi 40 Baju di Ubud Bali, Aksinya Terekam CCTV
DENPASAR, - Rombongan pelajar asal Jepang melakukan aksi pencurian di dua toko pakaian di kawasan wisata, Jalan Kajeng, Lingkungan Ubud kelod, Kelurahan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.Detik-detik aksi pencurian tersebut terekam CCTV toko tersebut dan beredar luas di masyarakat."Dapat diinfokan bahwa WNA tersebut merupakan rombongan pelajar dari negara Jepang," kata Kepala Seksi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, dalam keterangan tertulis, pada Kamis .Baca juga: Rombongan Bermobil Curi Pakaian di Swalayan BanyuwangiSuardita mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran di lapangan diketahui para terduga pelaku telah kembali ke negara asalnya.Kendati demikian, polisi tetap melakukan serangkaian penyelidikan dan berkoordinasi dengan instasi terkait untuk mengungkap kasus tersebut."Ya informasinya mereka sudah di negaranya. Proses tetap lidik tetap jalan sesuai prosedur," kata dia.Ia mengungkapkan, kasus pencurian ini terjadi di dua toko milik, Wayan Ajus, pada Rabu sekitar pukul 09.00 Wita.Menurut keterangan pelapor, Kadek Ramayana, selaku karyawan toko, saat kejadian, ada kurang lebih 20 WNA datang masuk ke dalam toko untuk membeli baju.Baca juga: Curi Pakaian Dalam Wanita, Pria di Bergas Ditangkap Warga, Ternyata Alami Gangguan JiwaDi antaranya WNA tersebut, hanya tiga yang sempat berbelanja. Mereka membeli 15 potong baju dan melakukan pembayaran melalui transfer.Setelah ketiganya selesai bertransaksi, rombongan WNA lainnya ikut meninggalkan toko tersebut.Beberapa waktu kemudian, sekitar pukul 18.00 Wita, pemilik toko datang dan memberitahu Kadek bahwa ada rombongan WNA terekam CCTV melakukan aksi pencurian di toko tersebut.Setelah dicek, jumlah baju yang hilang berjumlah 20 potong. Mereka lalu mengecek barang yang ada di toko sebelahnya, dan ternyata ada 20 potong baju juga yang hilang."Sehingga total barang yang hilang berjumlah 40 buah baju dengan kerugian meteril kurang lebih sebesar Rp. 3.600.000.""Kemudian atas kejadian tersebut pelapor datang ke Polsek Ubud untuk membuat laporan," kata dia.Baca juga: Pengendara Motor Curi Pakaian Dalam di Malang, Rekamannya Viral di MedsosBerdasarkan hasil penyelidikan awal, lanjut Sudiarta, diketahui rombongan WN Jepang tersebut datang ke Bali melalui agen perjalanan di Jalan Ngurah Rai Denpasar.Rombongan turis tersebut berjumlah 100 orang. Mereka melancong di Bali mengunakan empat unit bus pariwisata, terhitung sejak tanggal 1- 3 Desember 2025.Setelah berwisata ke Ubud, rombongan turis tersebut langsung pulang ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada hari yang sama."Selanjutnya selesai makan malam sekira pukul 19.00 wita (saksi sopir bus pariwisata) mengantar rombongan tamu Jepang tersebut ke Bandara Internasional Ngurah Rai, untuk pulang ke negaranya," kata dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-01-12 17:16