Budaya Main Aman: Racun yang Memperlambat Transformasi BUMN

2026-01-14 13:56:50
Budaya Main Aman: Racun yang Memperlambat Transformasi BUMN
MOMEN vonis terhadap tiga mantan direksi PT ASDP Indonesia Ferry (kemudian direhabilitasi Presiden Prabowo Subianto) atas kasus akuisisi kapal menjadi lebih dari sekadar peristiwa hukum.Ia berubah menjadi cermin besar bagi seluruh jajaran BUMN: bagaimana keputusan bisnis strategis bisa tiba-tiba direduksi menjadi angka semata umur kapal, nilai residu besi tua dan diseret ke ruang kriminalisasi.Kasus ini menyampaikan pesan keras: di tengah ambisi transformasi, banyak direksi dan manajemen kini ketakutan mengambil keputusan strategis. Ketakutan itulah yang bisa membunuh inovasi jauh lebih cepat daripada badai kompetisi.Transformasi di lingkungan BUMN telah menjadi agenda nasional yang terus digenjot dalam beberapa tahun terakhir.Restrukturisasi, digitalisasi, tata kelola baru, semua diarahkan untuk menjadikan BUMN sebagai lokomotif ekonomi nasional.Namun di balik itu, ada racun yang tidak tampak oleh data: budaya main aman. Pola pikir yang menomorsatukan keamanan personal dan prosedur administratif dibanding keberanian mengambil risiko untuk kemajuan.Baca juga: Tragika Ira Puspadewi: Ketika Keberanian Berinovasi Berujung PenjaraMengapa budaya main aman berbahaya?Budaya main aman muncul ketika pegawai, dari level staf hingga pimpinan, memprioritaskan menghindari risiko dan kesalahan, dibanding mengejar hasil dan kemajuan.Keputusan sering dibuat berdasarkan keamanan pribadi, bukan kepentingan organisasi atau pelanggan.Budaya seperti ini menciptakan pola perilaku:Jika budaya ini dibiarkan, maka transformasi hanya akan menjadi jargon. Strategi terbaik pun akan gagal ketika dieksekusi oleh mentalitas yang salah.Bayangkan dua pegawai dengan situasi yang sama: mereka menemukan peluang efisiensi proses yang berpotensi menghemat waktu dan biaya operasional bagi perusahaan.Pegawai dengan mentalitas saat ini lebih memilih diam dan tidak melakukan apa-apa. Ia berkata dalam hati: “Kalau saya mengusulkan ide baru dan gagal, saya bisa disalahkan. Lebih aman kalau semuanya dibiarkan berjalan seperti biasa. Yang penting saya tidak bikin masalah.”Baca juga: Korupsi Berujung RehabilitasiIa menunggu instruksi, memastikan semua prosedur formal dipenuhi, dan merasa aman karena tidak mengambil risiko pribadi.Hasilnya, organisasi tidak bergerak maju satu langkah pun, tetap berjalan di tempat dalam rutinitas yang stagnan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-14 13:16