Pendakian ke Gunung Rinjani dan Gunung Tambora NTB Ditutup Sementara

2026-02-04 20:44:54
Pendakian ke Gunung Rinjani dan Gunung Tambora NTB Ditutup Sementara
- Pendakian ke Gunung Rinjani dan Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat ditutup pada tahun 2026.Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi mengumumkan seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani akan ditutup mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Maret 2026.Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @btn_gn_rinjani, Senin .Baca juga: Waspada Mendaki Rinjani Saat Musim Hujan, Awas Jalur Licin BerbahayaPenutupan jalur pendakian dilakukan sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, selama periode 1 Januari–31 Maret 2026. Selain alasan keselamatan, penutupan jalur pendakian juga bertujuan untuk pemulihan ekosistem kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.Kepala Seksi Wilayah I TNGR, Dwi Pangestu,menegaskan, proses booking pendakian sudah ditutup sejak lama dan check-in terakhir untuk pendakian dilakukan pada 31 Desember 2025, dengan check-out terakhir pada 3 Januari 2026.“Sudah tidak bisa booking online lagi. Aplikasi sudah ditutup untuk booking tiket,” ujar Dwi saat dihubungi Kompas.com, Selasa .Masyarakat diminta mematuhi larangan pendakian demi keselamatan dan untuk menghindari sanksi tegas dari pihak Taman Nasional Gunung Rinjani.Sebagai informasi, berikut adalah enam jalur pendakian Gunung Rinjani yang bakal ditutup pada 1 Januari-31 Maret 2026:Wisata pendakian di Taman Nasional Tambora juga ditutup sementara mulai 28 Desember 2025 hingga waktu yang belum ditentukan. Baca juga: 4 Jalur Pendakian Gunung Tambora NTB Dibuka, Catat Syarat MendakinyaDikutip dari laman Instagram Balai Besar Taman Nasional Tambora, langkah ini diambil untuk memastikan keamanan pengunjung, pemandu, porter, serta petugas lapangan, sekaligus memberi ruang bagi ekosistem dan keanekaragaman hayati Tambora untuk pulih secara alami."Informasi pembukaan kembali pendakian akan kami sampaikan melalui pengumuman resmi Balai Taman Nasional Tambora setelah kondisi dinyatakan aman," tulis akun Balai Besar Taman Nasional Tambora.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-04 21:29