Kebutuhan Dasar Korban Banjir Aceh Belum Terpenuhi, Psikolog: Hampir Tidak Mungkin Tidak Stres

2026-01-12 02:17:52
Kebutuhan Dasar Korban Banjir Aceh Belum Terpenuhi, Psikolog: Hampir Tidak Mungkin Tidak Stres
- Psikolog Klinis di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh serta EMDR Asia Accredited Trainer & Consultant, Yulia Direzkia, M.Si., menilai kondisi psikologis penyintas banjir bandang di Aceh dan Sumatera berada dalam tekanan berat, seiring belum terpenuhinya kebutuhan dasar.Menurut Yulia, situasi seperti itu membuat upaya pemulihan psikologis sulit dilakukan jika kebutuhan dasar pengungsi belum terpenuhi."Menurut saya, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar, terutama tempat tinggal," jelas Yulia ketika dihubungi Kompas.com pada Selasa . Yulia menegaskan pentingnya penanganan kesehatan mental, terutama karena para penyintas masih berada dalam fase syok dan trauma.Baca juga: Bantuan Malaysia untuk Aceh Dinilai Diremehkan Pemerintah Pusat RI, Media Asing: Cukup Ucap Terima Kasih"Bencana ini sudah berlangsung lebih dari tiga minggu, dan di beberapa wilayah seperti Aceh Tamiang dan Bener Meriah masih ada daerah yang terisolasi dan bahkan belum terpenuhi kebutuhan dasarnya. Dalam kondisi seperti itu, hampir tidak mungkin bagi seseorang untuk tidak mengalami stres," ungkap Yulia.Tekanan psikologis para korban muncul bukan hanya karena bencana itu sendiri, tetapi juga akibat kehilangan berlapis yang mereka alami.Banyak warga kehilangan anggota keluarga, rumah, hingga jejak kehidupan yang selama ini mereka miliki.“Ada warga yang sudah tidak bisa lagi menunjukkan di mana rumahnya dulu berdiri karena wilayah tersebut telah tersapu banjir dan lumpur. Kehilangan seperti itu sangat berat secara psikologis,” jelas Yulia.Baca juga: Warga Aceh Barat Temukan Emas di Wilayah Bekas Banjir, Ini Penjelasan Dosen UGMYulia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan menjadi prasyarat penting dalam proses pemulihan psikologis penyintas.Selain itu, manusia secara alami sebenarnya mampu untuk melakukan pemulihan diri setelah mengalami peristiwa traumatis, tetapi kemampuan tersebut bergantung pada kondisi lingkungan."Dalam waktu sekitar satu bulan setelah peristiwa traumatis, seseorang masih mampu mengaktifkan mekanisme pemulihan diri, asalkan kebutuhan dasarnya terpenuhi," jelas Yulia.Sebaliknya, apabila kondisi darurat berlangsung lama tanpa kepastian adanya pemenuhan kebutuhan dasar, risiko gangguan psikologis yang semakin berat juga akan semakin besar.Baca juga: Kala UNDP dan UNICEF Respons Surat soal Bantuan Aceh Kurang dari 24 JamYulia menceritakan pengalamannya selama lebih dari 20 tahun menangani kasus penyintas konflik dan tsunami.Ia menyebutkan bahwa trauma sering kali tidak muncul di awal, tetapi baru terlihat bertahun-tahun kemudian."Saya banyak menemui kasus delayed onset PTSD, di mana gejala baru muncul 10 hingga 20 tahun setelah peristiwa traumatis, sering kali dalam bentuk depresi atau keinginan bunuh diri," ungkap Yulia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-12 00:31