Gubernur Aceh Mualem: Tim China Cari Jenazah Korban Banjir Bukan Atas Nama Pemerintah Setempat

2026-01-12 06:18:12
Gubernur Aceh Mualem: Tim China Cari Jenazah Korban Banjir Bukan Atas Nama Pemerintah Setempat
- Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan, tim dari China yang didatangkan untuk mencari jenazah korban banjir bandang dan tanah longsor bukan atas nama Pemerintah China.Ia mengatakan, tim tersebut berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).“Ya, mereka sedang evakuasi sekarang di tempat-tempat yang berat terkena banjir,” ujar Mualem di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, dikutip dari Kompas.com, Senin .“Sedang mengevakuasi mayat-mayat tertanam dengan lumpur. Itu pekerjaan mereka, tugas mereka datang ke mari. Mereka bukan dari pemerintah China, tetapi seperti LSM,” tambahnya.Baca juga: BERITA FOTO: Gajah Jinak Dikerahkan BKSDA Aceh untuk Bersihkan Puing Banjir Bandang di Pidie JayaMualem menyampaikan, tim dari China yang bertugas mencari jenazah tidak dipersulit ketika tiba di Indonesia.Hal tersebut dikatakan Mualem setelah ada kabar bahwa tim asal China mengalami intervensi saat menginjakkan kaki di RI.“Semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semua lancar. Mereka tolong kita, masa kita persulit, kan bodoh. Saya rasa itu saja,” tandas Mualem.Dalam kesempatan yang sama, Mualem memastikan bahwa bantuan yang datang dari dalam maupun luar negeri tersalurkan secara tepat ke para korban banjir bandang dan tanah longsor.Ia juga sudah menyampaikan beberapa kebutuhan paling mendesak untuk para korban yang harus segera diintervensi oleh pemerintah pusat.Baca juga: Prabowo Sentil Keras Bupati Aceh Selatan, Minta Mendagri Ambil Tindakan TegasMualem meminta masalah kesehatan korban diperhatikan karena pengungsi mulai mengalami gangguan, seperti gatal-gatal.Mualem juga menyatakan, korban membutuhkan pakaian karena baju mereka hanyut tersapu banjir dan tanah longsor.“Paling urgent sekarang adalah masalah kesehatan. Kebutuhan obat-obatan harus segera dipenuhi karena sudah mulai terjadi gatal-gatal di kalangan pengungsi,” ujarnya.“Semua terbawa lumpur, begitu pula dengan alat ibadah. Terakhir, pasokan gas 3 kilogram sangat mendesak untuk kebutuhan memasak di dapur umum,” pungkasnya.Selain itu, Mualem juga mengungkapkan keprihatinan yang mendalam karena terjadi gejolak harga kebutuhan pokok yang terjadi saat wilayahnya dilanda bencana. Baca juga: Aceh Tengah Masih Lumpuh Imbas Banjir: Warga Bertahan Tanpa Listrik, Sinyal, dan LogistikTerkait masalah ini, ia menegaskan komitmen Pemerintah Aceh menjaga stabilitas ekonomi rakyat.“Kepada Bapak Mendagri, saya sampaikan bahwa ini saya lihat harga sembako naik sesuka hati,” ujar Mualem dikutip dari laman Pemprov Aceh, Minggu .“Telur satu papan bisa mencapai Rp 100.000. Saya sudah memberikan amaran keras kepada Indomaret, Alfamart, dan pedagang lainnya bahwa jika terbukti ada penimbunan atau penentuan harga yang tidak wajar, saya akan copot izin mereka,” pungkasnya.Baca juga: Bantuan dari Malaysia-China Masuk ke Aceh, Gubernur Mualem: Mereka Tolong Kita


(prf/ega)