Daftar Hadiah Australian Open 2025 untuk Wakil Indonesia, Raymond/Nikolaus Dapat Berapa?

2026-02-04 05:49:00
Daftar Hadiah Australian Open 2025 untuk Wakil Indonesia, Raymond/Nikolaus Dapat Berapa?
- Hadiah total turnamen Australian Open 2025 mencapai 475.000 dollar AS atau sekitar Rp 7,9 miliar.Para juara dari Indonesia di Australian Open 2025 masing-masing membawa pulang 37.525 dollar AS atau sekitar Rp 625,6 juta.Semua pebulu tangkis Indonesia yang tampil baru berhak menerima hadiah uang mulai dari babak 16 besar.Seperti diketahui, pebulu tangkis Indonesia menutup Australian Open 2025 sebagai juara umum setelah mengumpulkan dua gelar.Sementara itu, sebanyak empat wakil Indonesia mengakhiri turnamen sebagai runner-up pada partai puncak di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Minggu .Dua gelar tersebut sudah dipastikan Indonesia sejak awal karena terjadi pertemuan antara sesama Merah Putih pada nomor ganda putra serta ganda putri dalam turnamen level Super 500 ini.Tambahan posisi kedua diraih oleh Jafar Hidayatullah/Felisha Albertha Nathaniel Pasaribu dan Putri Kusuma Wardani.Baca juga: Rekap Hasil Australian Open 2025: Indonesia Bawa Pulang 2 GelarTitel pertama datang dari Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang menuntaskan duel ketat melawan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.Pertandingan berlangsung panjang sebelum Rachel/Febi menang 18-21, 21-19, 23-21.Setelah itu, gelar kedua dipastikan lewat kejutan besar dari Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang menaklukkan pasangan senior sekaligus unggulan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dengan skor 22-20, 10-21, 21-18.Raymond/Joaquin, yang untuk pertama kalinya tampil di turnamen Super 500, menjalani rangkaian laga berat dengan menundukkan tiga wakil Malaysia.Dua di antaranya merupakan pasangan yang dilatih pelatih Indonesia, Herry Iman Pierngadi. Ketika berhadapan dengan Choong Hon Jia/Haikal Muhammad, Raymond/Joaquin memenangi duel tiga gim 18-21, 21-17, 21-15.Pada perempat final, mereka kembali menghadapi ganda besutan Herry IP, kali ini unggulan ketiga Man Wei Chong/Kai Wun Tee. Meski lawan berstatus pasangan peringkat lima dunia, Raymond/Joaquin tetap tampil percaya diri dan menang 15-21, 21-19, 21-15 dalam durasi 58 menit.Baca juga: Hasil Australian Open 2025: Putri KW Kandas di Final, Indonesia Gagal Tambah GelarDok. PBSI Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, saat beraksi dalam babak 8 besar Korea Masters di Wonkwang University Cultural and Sports Center.Kemenangan berikutnya terasa lebih impresif kala mereka menyingkirkan unggulan kedua, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani, hanya dalam dua gim 21-15, 21-15.Setelah memastikan gelar, Raymond mengatakan, "Puji Tuhan, ini pembuktian buat kami kalau kami bisa bersaing di level atas… Semoga kami bisa konsisten memberikan permainan yang terbaik seperti di sini."Joaquin menambahkan, "Kami sudah tahu bumbu spesial masing-masing… tadi terus fokus untuk menggunakan strategi yang disiapkan.""Gelar ini kami dedikasikan untuk ganda putra pratama. Ini sebuah pencapaian yang besar dan semoga bisa jadi inspirasi yang lain untuk terus mengejar ke atas. Selain itu pastinya untuk PBSI dan untuk Indonesia," imbuhnya.Raymond/Joaquin menegaskan bahwa kemenangan ini mereka persembahkan untuk sektor ganda putra pratama, PBSI, serta Indonesia.Baca juga: Komentar Fajar/Fikri Usai Kalah dari Junior di Final Australian Open 2025Raymond Indra/Nikolaus Joaquin37.525*625,6 jutaRachel Allessya Rose/Febi Setianingrum37.525*625,6 jutaFajar Alfian/M. Shohibul Fikri18.050*300,9 jutaFebriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari18.050*300,9 jutaPutri Kusuma Wardani18.050300,9 jutaJafar Hidayatullah/Felisha Albertha Nathaniel P18.050*300,9 jutaSabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani6.650*110,86 jutaAlwi Farhan3.443,7557 jutaApriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti3.443,75*57 jutaAdnan Maulana/Indah Cahya1.781,25*29,69 jutaLanny Tria Masayari/Amallia Cahaya Pratiwi1.781,25*29,69 juta*) Hadiah per pasangan


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-04 03:55