Suami Bunuh Istri di Medan, Korban Pernah Kabur karena Tak Tahan Dikurung

2026-01-12 06:20:42
Suami Bunuh Istri di Medan, Korban Pernah Kabur karena Tak Tahan Dikurung
MEDAN, – Sebelum tewas di tangan suaminya sendiri, ibu rumah tangga berinisial SW di Kota Medan ternyata sempat melarikan diri dari rumah.Korban nekat kabur karena tidak tahan dengan kelakuan sang suami, Asrizal, yang kerap mengunci dirinya di dalam rumah.Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengungkapkan bahwa keretakan rumah tangga pasangan ini sudah terjadi sejak tahun 2024.Perselisihan tersebut dipicu oleh sikap posesif dan kasar pelaku terhadap korban."Ada pertikaian berat sehingga mengharuskan korban meninggalkan rumahnya dan bersama keluarganya," kata Calvijn saat diwawancarai di lokasi kejadian, Minggu .Baca juga: Suami Bunuh Istri Hamil dan 2 Anaknya di BerauSaat pelaku menjemput istrinya untuk kembali pulang ke rumah mereka di Jalan Jawa, Kecamatan Medan Helvetia, keluarga korban sebenarnya telah memberikan beberapa persyaratan tegas.Asrizal diminta untuk memenuhi nafkah istri dan berjanji tidak akan lagi mengunci SW di dalam rumah.Selain itu, pelaku dilarang membatasi pertemuan korban dengan keluarganya serta diminta untuk menyayangi kedua anak perempuan mereka.Namun, janji-janji tersebut rupanya hanya di bibir saja dan kembali dilanggar oleh pelaku hingga berujung maut.Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Jumat dini hari. Awalnya, pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB, keduanya masih berbincang di kamar dan pelaku sempat memijat korban.Namun, amarah Asrizal terpantik saat keinginan pribadinya tidak dipenuhi oleh korban. Ia kemudian merencanakan pembunuhan dengan mematikan saklar CCTV di rumah agar aksinya tidak terekam. Sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku mengambil bantal dan membekap wajah SW hingga tewas."Korban sempat berteriak minta tolong dua kali. Teriakan itu sampai ke telinga anaknya di kamar sebelah, tetapi anak korban takut keluar karena pelaku sering berlaku kasar," ujar Calvijn.Untuk menutupi jejaknya, sekitar pukul 07.00 WIB, Asrizal menemui ibu mertuanya di pasar dan berpura-pura kaget melaporkan bahwa istrinya tidak kunjung bangun.Keluarga yang curiga dengan kondisi korban yang sebelumnya sehat segera melapor ke polisi.Meski sempat bersikeras membantah, Asrizal akhirnya tidak bisa mengelak setelah polisi melakukan pemeriksaan saksi, rekaman CCTV, dan hasil otopsi.Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.


(prf/ega)