JAKARTA, - Ombudsman RI meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero), untuk menyampaikan informasi yang akurat, faktual, dan sesuai kondisi lapangan mengenai pemulihan listrik pasca bencana banjir di Aceh.Anggota Ombudsman RI Johanes Widijantoro mengatakan, akurasi informasi sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan kepastian dan dapat mengambil langkah penyelamatan dengan tepat.“Dalam kondisi bencana, masyarakat tidak membutuhkan laporan yang dibuat untuk menyenangkan pimpinan. Sampaikan kondisi apa adanya, apa yang sudah dikerjakan, apa kendalanya, dan area mana yang masih padam,” kata Johanes dalam siaran pers di Jakarta, Senin .Baca juga: TNI Sebut Listrik Sudah Menyala Hampir 100 Persen di AcehDia menegaskan bahwa penyampaian informasi yang tidak sesuai fakta justru dapat menghambat pemulihan layanan publik dan menurunkan kepercayaan masyarakat.Berdasarkan data yang dihimpun Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Aceh hingga Senin, 8 Desember 2025, pukul 12.00 WIB, wilayah yang masih padam meliputi sejumlah gampong di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Aceh Barat Daya (daftar lengkap terlampir).Karena itu, Ombudsman meminta PLN untuk segera menyampaikan data teknis terkini yang terverifikasi, termasuk jumlah gardu dan jaringan yang masih padam, wilayah yang belum mendapatkan suplai listrik, estimasi pemulihan yang realistis, serta kendala teknis yang dihadapi petugas di lapangan.Baca juga: Klaim Bahlil soal Listrik di Aceh, Pemprov Klarifikasi : Baru Pulih 60-70 PersenJohanes mengingatkan agar tidak lagi terjadi pola laporan ABS (Asal Bapak Senang) dalam penanganan bencana.“Jika kondisi di lapangan masih padam, sampaikan padam. Jika butuh waktu tambahan, sampaikan jujur. Kejujuran itulah yang dibutuhkan masyarakat saat bencana, bukan sekadar laporan baik di atas kertas,” ujarnya.Johanes mengatakan lembaganya akan terus memantau pemulihan layanan publik di wilayah terdampak bencana di Aceh, termasuk kelistrikan, distribusi bantuan, layanan kesehatan, dan akses evakuasi.Baca juga: Listrik di Aceh Tamiang Kini Menyala Usai Gelap Total, Prabowo: Alhamdulillah“Ombudsman juga membuka ruang pengaduan masyarakat terkait potensi malaadministrasi dalam penanganan bencana,” ucap dia.Sebelumnya, pemulihan jaringan listrik di Aceh pasca-banjir dan longsor hampir selesai.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa hingga Minggu malam, listrik di Aceh sudah menyala hingga 97 persen.Laporan itu disampaikan Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen.Baca juga: PLN Klaim 1,7 Juta Warga Aceh Kembali Teraliri Listrik“Malam ini nyala semua, Pak. Seluruh Aceh, 97 persen sudah menyala malam ini,” kata Bahlil kepada Presiden, dilansir dari tayangan Breaking News Kompas TV.Prabowo mengapresiasi upaya percepatan pemulihan tersebut.“Terima kasih, alhamdulillah,” ujar dia.Berikut daftar wilayah masih mengalami pemadaman listrik berdasarkan catatan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Aceh hingga Senin siang pukul 12.00 WIB:
(prf/ega)
PLN–ESDM Diminta Beri Informasi Pemulihan Listrik Apa Adanya, Bukan untuk Menyenangkan Pimpinan
2026-01-13 00:56:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 01:42
| 2026-01-13 01:39
| 2026-01-13 00:35
| 2026-01-13 00:24
| 2026-01-12 23:43










































