- Seorang pria penyandang disabilitas berat di China berhasil mengembangkan sistem kendali pertanian pintar sekaligus mendirikan perusahaan rintisan berbasis teknologi.Pria tersebut adalah Li Xia (36), warga Chongqing di wilayah barat daya China.Akibat penyakit distrofi otot yang dideritanya selama lima tahun terakhir, Li hanya mampu menggerakkan satu jari tangan dan satu jari kakinya. Ia juga bergantung pada ventilator untuk bernapas.Di tengah keterbatasan fisik yang ekstrem, Li justru mampu mengembangkan teknologi pertanian modern dan mengajarkan keterampilan teknis kepada ibunya hingga sang ibu kini dijuluki sebagai “teknisi super”.Kegigihan Li Xia membuat kisahnya menyentuh banyak orang dan menjadikannya simbol ketekunan dalam menghadapi keterbatasan.Baca juga: Daftar 10 Orang Terkaya di Asia Akhir Desember 2025 Didominasi India dan China, Bagaimana Posisi Indonesia?Akibat kondisi yang dialaminya, Li Xia berhenti bersekolah sejak duduk di kelas lima sekolah dasar.Meski demikian, semangat belajarnya tidak pernah padam. Dari atas kasur rumah sakit, ia terus belajar secara mandiri.Saat ini Li hanya bisa berbaring dan sepenuhnya bergantung pada ventilator. Namun, ketertarikannya pada fisika dan ilmu komputer terus tumbuh.Pada usia 25 tahun, ia mulai mempelajari pemrograman secara otodidak melalui forum daring.“Pertama kali saya mengenal komputer berasal dari buku pelajaran yang dibawa pulang adik perempuan saya. Setiap konsep di buku itu membuat saya penasaran,” ujar Li, dikutip dari South China Morning Post, Minggu .Li membaca buku-buku tersebut berulang kali dan selalu menantikan awal tahun ajaran baru hanya untuk melihat buku komputer terbaru yang dibawa sang adik. Seiring waktu, kondisi fisiknya terus memburuk.Ia kehilangan kemampuan berjalan, lalu tidak lagi mampu merawat dirinya sendiri. Bahkan, makan dan bernapas menjadi perjuangan besar.Dalam beberapa tahun terakhir, Li hanya mampu menggerakkan satu jari tangan dan satu jari kaki.Baca juga: Dokter Bedah China Cangkok Telinga Pasien ke Kaki dan Dipasang Kembali ke TempatnyaPada 2020, Li sempat mengalami koma. Dokter melakukan trakeotomi dan menyampaikan kepada keluarganya bahwa harapan hidupnya kemungkinan tidak lama lagi.Namun, pada awal 2021, dari pembelajaran mandiri yang ia lakukan, Li mengenal konsep budidaya tanaman tanpa tanah.
(prf/ega)
Hanya Bisa Gerakkan 1 Jari, Pria China Ini Sukses Kembangkan Teknologi Tani Modern
2026-01-12 07:16:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:00
| 2026-01-12 06:13
| 2026-01-12 04:49










































