Jaga Nataru di Cianjur, 1.300 Personel hingga Penembak Runduk Diterjunkan

2026-01-11 03:34:52
Jaga Nataru di Cianjur, 1.300 Personel hingga Penembak Runduk Diterjunkan
CIANJUR, - Sebanyak 1.300 personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk pengamanan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Cianjur.Pengamanan ini juga melibatkan personel sniper secara situasional.Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yonky Dilatha menyatakan, penggunaan perkuatan, termasuk sniper, akan disesuaikan dengan ancaman yang terdeteksi di lapangan."Di mana ada ancaman, kita sesuaikan dengan penggunaan perkuatan. Situasional ya, ancamannya seperti apa," ujar Rohman Yonky Dilatha kepada Kompas.com usai meninjau malam misa Natal di Gereja Paroki Santo Petrus, Rabu malam.Baca juga: Dari Angka ke Kenangan Natal, Mahasiswa Ubaya Mengubah Persamaan Matematika Jadi Potret KeluargaSelain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terdapat tiga potensi kerawanan lain yang perlu diantisipasi, yaitu arus kendaraan atau kemacetan lalu lintas, peningkatan kunjungan ke obyek wisata, dan potensi bencana alam."Mengingat curah hujan yang tinggi dan potensi bencana hidrometeorologi. Kita harus waspada agar seluruh potensi kerawanan dapat diantisipasi," kata Rohman Yonky Dilatha.Rohman mengungkapkan, Operasi Lilin Lodaya 2025 ini akan berlangsung 14 hari, hingga 2 Januari 2026.Dalam operasi ini, didirikan 13 pos pengamanan, 10 pos layanan, dan satu pos terpadu di lokasi-lokasi strategis.Fokus pengamanan meliputi pengaturan arus lalu lintas, tempat ibadah, obyek wisata, dan pusat keramaian yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung."Terutama kawasan Puncak. Seperti tahun sebelumnya okupansi cukup meningkat sehingga harus kita tingkatkan penjagaan dan pengaturan pelayanan masyarakat yang melaksanakan libur akhir tahun," tutur Rohman Yonky Dilatha.Baca juga: Kisah Elang Dapat Kado Natal dari Gibran: Ada Mainan, Tas, Senang...Pelaksanaan misa malam Natal di sejumlah gereja berjalan aman tanpa terdeteksi adanya gangguan keamanan.Sterilisasi gereja dilakukan dengan melibatkan Unit Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jabar."Sterilisasi gedung (gereja) dilaksanakan guna memastikan kelancaran dan ketenangan ibadah bagi umat kristiani. Aman, ya, tidak ada potensi gangguan," ujar Rohman Yonky Dilatha.Rohman Yonky Dilatha mengajak masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban.Masyarakat dapat memanfaatkan layanan darurat Polri di nomor 110 apabila menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama libur Nataru.


(prf/ega)