Polda Jabar Larang Kembang Api Saat Tahun Baru 2026

2026-02-04 21:55:48
Polda Jabar Larang Kembang Api Saat Tahun Baru 2026
BANDUNG, - Kepolisian Daerah Jawa Barat melarang penggunaan kembang api dan petasan dalam perayaan malam pergantian tahun baru 2026.Larangan tersebut diberlakukan sebagai bentuk empati dan keprihatinan terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan mengatakan, saat ini Indonesia tengah berada dalam situasi duka, khususnya di wilayah Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang sedang dilanda bencana alam."Keadaannya sangat memprihatikan bagi kita semua, upaya recovery, perbaikan infrastruktur dan semuanya, ini menjadi konsekuensi bagi kita semua sebagai sesama anak bangsa sodara satu tanah air, kita sama sama prihatin terhadap kondisi yang dialami saudara-saudari kita," kata Rudi kepada wartawan di Mapolda Jabar, Selasa .Baca juga: Tahun Baru Tanpa Kembang Api di Solo, Jadi Momen Refleksi hingga Warga Diminta Tak EuforiaMenurut Rudi, kondisi tersebut menjadi konsekueensi moral bagi seluruh masyrakat Indonesia untuk menunjukkan solidaritas dan empati sebagai sesama anak bangsa.Atas dasar itu, Polda Jabar mengimbau agar perayaan pergantian tahun tidak diwarnai dengan kemeriahan, termasuk penggunaan kembang api, petasan dan bentuk hiburan sejenis yang identik dengan pesta tahun baru."Nah makanya perayaan pergantian tahun tiak diwarnai dengan kemeriahan-kemeriahan. Salah satu kemeriahan dalam pergantian tahun baru itu ya tadi, kembang api, petasan, dan segala macem. Dan itu karena kita berempati maka itu dilarang," kata dia.Baca juga: Polda DIY Larang Pesta Kembang Api, Izin Pesta Kembang Api Seluruhnya DicabutRudi mengatakan, masyarakat Jabar diimbau untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermakna, seperti doa bersama, agar bencana serupa tidak kembali terjadi dan para korban diberikan kekuatan untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal."Untuk itu kita lewati pergantian tahun 2025 ke 2026 dengan keprihatinan dan kita lakukan doa bersama," katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-02-04 22:00