Pertamina Kembali Pasok 130.000 Barrel BBM untuk SPBU BP

2026-01-15 09:46:15
Pertamina Kembali Pasok 130.000 Barrel BBM untuk SPBU BP
JAKARTA, - Pertamina Patra Niaga kembali menyalurkan base fuel atau bahan bakar murni kepada jaringan SPBU bp milik PT Aneka Petroindo Raya (APR). Pada tahap kedua ini, volume yang dikirim mencapai 130.000 barrel (MB).“Untuk penyaluran tahap kedua, pasokan yang dilayani kepada PT APR (Aneka Petroindo Raya) sebanyak 130 MB dengan total yang disalurkan untuk SPBU-SPBU BP-AKR sejak Oktober sebanyak 230 MB,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, seperti dikutip dari Antara, Kamis .Pada Oktober 2025, Pertamina Patra Niaga telah lebih dulu memasok 100.000 barrel base fuel kepada SPBU BP-AKR. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menindaklanjuti arahan pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam memastikan pemenuhan pasokan BBM untuk Badan Usaha Swasta.Baca juga: Pakai Skema Kerja Sama B2B, Pertamina Salurkan BBM ke Vivo dan BP-AKRRoberth menegaskan bahwa sejak pemerintah membuka pelayanan Business to Business (B2B) bagi BU Swasta, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan total 330 MB BBM kepada PT APR dan PT Vivo Energy Indonesia, dengan menyerap kargo impor milik Pertamina Patra Niaga.“Dengan niat baik, transparansi, serta sesuai praktik Good Corporate Governance, Pertamina Patra Niaga dan PT APR berkomitmen memastikan ketersediaan BBM dan distribusi energi bagi masyarakat,” katanya.Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan BU Swasta merupakan bukti bahwa menjaga ketahanan energi membutuhkan kerja bersama. Ke depan, Pertamina Patra Niaga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan tetap menjunjung tinggi mekanisme compliance dan tata kelola B2B.Menurut Roberth, seluruh proses B2B mulai dari pengukuran kebutuhan volume, tender supplier berbasis GCG, konfirmasi dengan pelanggan, joint surveyor, hingga mekanisme open book untuk negosiasi komersial dilakukan secara menyeluruh sebelum BBM dibongkar dan diterima oleh BU Swasta.“Komoditi BBM yang dipasok kepada BU Swasta, dalam hal ini PT APR, telah memenuhi seluruh requirements dari APR sebagai bentuk komitmen tindak lanjut atas arahan pemerintah,” ujarnya.Sebelumnya, BP mengumumkan telah menerima pasokan bahan bakar minyak (BBM) tahap kedua dari PT Pertamina Patra Niaga untuk menjaga keberlanjutan suplai bagi lebih dari 70 jaringan SPBU-nya.Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura menjelaskan bahwa pihaknya kembali menerima pasokan tahap kedua BBM BP 92 dari Pertamina Patra Niaga untuk memastikan keberlanjutan suplai bagi lebih dari 70 SPBU dalam jaringannya.Vanda menegaskan bahwa pengadaan melalui skema B2B dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab, setelah seluruh aspek tata kelola, kepatuhan, kesesuaian spesifikasi dan standar kualitas, serta pertimbangan komersial terpenuhi.Menurut dia, langkah tersebut sebagai upaya BP-AKR untuk memperkuat ketahanan pasokan nasional.Baca juga: Periode Nataru, Konsumsi BBM Diproyeksi Naik 2,3 Persen dan Elpiji Naik 6,2 Persen


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 09:59