Update Korban Banjir Sumatera Barat: Meninggal 261 Jiwa, Hilang 72 Orang

2026-02-02 21:36:17
Update Korban Banjir Sumatera Barat: Meninggal 261 Jiwa, Hilang 72 Orang
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tidak ada penambahan jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat.Per Kamis malam ini, korban meninggal dunia di Sumatera Barat masih sama seperti Rabu kemarin, yakni 261 jiwa.Informasi diumumkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Senin pukul 17.00 WIB.Baca juga: Nomor Telepon Darurat di Sumatera Barat, dari BPBD, PMI, hingga DamkarBerikut rincian jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Sumatera barat berdasarkan kabupaten terdampak (data BNPB Kamis):Baca juga: Beruang Madu Muncul di Lokasi Bekas Banjir Bandang Agam, BKSDA Sumbar Turun TanganKabupaten Agam menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak di Sumatera Barat, yang mencapai 163 jiwa.Sementara itu untuk sembilan kabupaten lainnya di Sumatera Barat tidak ada data korban jiwa.KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO Sisa banjir di Pesantren Darul Abrar, di Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis Untuk data korban hilang di Sumatera Barat juga tidak berubah dari hari sebelumnya, yakni 72 orang dari empat kabupaten.Berikut rincian jumlah korban hilang di Sumatera Barat berdasarkan kabupaten yang terdampak:BNPB mencatat jumlah pengungsi banjir di Provinsi Sumatera Barat per hari ini mencapai 9.935 jiwa.Baca juga: 10 Korban Banjir di Agam Sumbar Tak Teridentifikasi Dimakamkan Secara Massal di Satu Liang LahatTotal, sampai dengan Kamis hari ini, jumlah korban jiwa di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah 1.135 jiwa.Kemudian, korban yang masih belum ditemukan berkurang menjadi 173 orang dan warga yang mengungsi masih mencapai 489.864 jiwa.Demikian update data korban akibat banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat per Kamis malam.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 21:25