Kasus Guru Honorer Kutalimbaru Dilaporkan Wali Murid ke Polisi, Bermula Cegah Tawuran 2 Kelompok Siswa

2026-01-12 06:50:14
Kasus Guru Honorer Kutalimbaru Dilaporkan Wali Murid ke Polisi, Bermula Cegah Tawuran 2 Kelompok Siswa
MEDAN, - Sopian Daulai Nadeak, guru honorer di SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap siswa berinisial Y.Padahal, ia hanya bermaksud mencegah tawuran antara dua kelompok siswa di sekolahnya pada Rabu .Kisah bermula saat jam istirahat makan siang. Sopian duduk di kantin, lalu diberitahu oleh ibu kantin bahwa dua kelompok siswa hendak berkelahi.“Lalu ibu kantin menyampaikan, ‘pak itu karena ada bapak, sebenarnya mau berantem itu. Bapak di sini makanya enggak jadi’,” tutur Sopian saat dihubungi Kompas.com, Senin .Sopian kemudian menghampiri para siswa yang mulai saling mendekat.“Ngapain kalian. Kalian satu jurusan ngapain berantem,” kata Sopian kepada para siswa. Ia lalu mengajak mereka ke ruang bimbingan konseling (BK).Baca juga: Guru dan Orangtua di SMK Kutalimbaru Saling Lapor, Bobby: Ini Ancam Dunia PendidikanNamun, Y menolak dan menepis tangan Sopian. Ia bahkan membuang ponselnya setelah sempat menelepon seseorang.“Saya tidak berbuat apa-apa terhadap Y,” ujarnya.Sopian membawa beberapa siswa ke ruang BK dan menghubungi wali kelas. Tak lama kemudian, ayah sambung Y berinisial AG datang dan langsung memukul siswa lain yang berseteru dengan anaknya.“Saya peluk bapaknya, tapi si Y malah memukul saya dari belakang,” kata Sopian.Situasi makin panas hingga guru lain datang melerai.Tak lama kemudian, ibu Y datang dan menuduh anaknya dikeroyok serta dicekik. Namun, tuduhan itu tak dapat dibuktikan.Kepala sekolah akhirnya menenangkan semua pihak dan mereka sempat berdamai.Masalah belum selesai. Saat hendak pulang, Sopian dicegat oleh keluarga siswa dan dipukul hingga jatuh dari sepeda motornya.“Dipukul aku dari belakang dan samping. Guru dan kepala dusun melerai, tapi mereka tetap memukul,” katanya.


(prf/ega)