Pandji Pragiwaksono soal Laporan Polisi Kasus Candaan Adat Toraja: Mungkin Sudah Dicabut

2026-01-13 06:01:41
Pandji Pragiwaksono soal Laporan Polisi Kasus Candaan Adat Toraja: Mungkin Sudah Dicabut
JAKARTA, – Komika sekaligus artis peran Pandji Pragiwaksono menanggapi laporan polisi yang dialamatkan kepadanya buntut kontroversi materi lawakan tentang adat Toraja.Sebelumnya, Pandji dilaporkan oleh Aliansi Pemuda Toraja ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.“Kayaknya mungkin udah dicabut, karena permintaan maafnya juga sudah ya. Enggak tahu, enggak ada," kata Pandji saat ditemui di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis .Baca juga: Kata Pandji Pragiwaksono Soal Sanksi Adat Toraja, 96 Hewan serta Denda Rp 2 MiliarSaat disinggung soal panggilan dari pihak kepolisian, Pandji mengaku belum menerima panggilan apa pun.“Belum ada,” ujar Pandji.Dalam kesempatan yang sama, Pandji menjelaskan dirinya sudah melakukan dialog dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), khususnya dengan Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi.Baca juga: Pandji Pragiwaksono Minta Maaf dan Siap Jalani Proses Hukum atas Lawakan yang Singgung Toraja“Saat ini dialog sudah dilakukan dengan teman-teman di AMAN, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Ibu Sekjennya adalah Bu Rukka Sombolinggi,” tutur Pandji.Pandji mengatakan, dalam dialog tersebut terdapat beberapa hal yang disampaikan oleh pihak AMAN.“Menurut beliau, sebenarnya kurang tepat soal diwajibkannya memberikan 96 ekor hewan dan uang sebesar itu, karena dialognya harus dilakukan bersama perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja,” tutur Pandji.Baca juga: Hadapi Dua Proses Hukum Terkait Candaan Adat Toraja, Pandji Pragiwaksono: Saya Akan Belajar dari Kejadian Ini“Jadi, kalau dialognya belum ada, sebenarnya hukumannya juga belum ada. Dan menurut Ibu Rukka serta banyak teman-teman Toraja, masyarakat Toraja sebenarnya tidak memberi hukuman," katanya."Nantinya mungkin ada sumbangan yang diberikan, tapi itu lebih kepada inisiatif baik yang ingin saya lakukan sebagai simbolisasi agar hubungan ini berjalan dengan baik,” tambah Pandji.Sebelumnya, Pandji telah menyampaikan permintaan maaf atas materi komedinya yang menyinggung budaya pemakaman Rambu Solo.Pandji mengakui bahwa lelucon yang dibuat sembilan tahun lalu itu bersifat ignorant atau abai terhadap kedalaman makna dan nilai budaya Toraja.


(prf/ega)