LUMAJANG, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, membantah ada penurunan kunjungan wisatawan ke air terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo.Sebelumnya, viral unggahan di media sosial Instagram yang menyebut kunjungan wisata Tumpak Sewu menurun pasca adanya tiket berlapis yang dikenakan oleh pengelola kepada wisatawan.Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi mengatakan, tidak ada penurunan jumlah wisatawan di Tumpak Sewu.Menurut dia, jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara bertambah dibanding tahun 2024.Baca juga: Pasca-erupsi Semeru, Air Terjun Tumpak Sewu Dipastikan Aman DikunjungiData Dinas Pariwisata Lumajang mencatat, pada 2024, kunjungan wisata ke air terjun Tumpak Sewu berjumlah 152.186 orang.Dengan rincian, 97.834 orang wisatawan nusantara, dan 54.352 orang wisatawan mancanegara.Sementara itu, pada 2025 sampai bulan Oktober, kunjungan wisata ke Tumpak Sewu sudah mencapai 162.625 orang.Dengan rincian, 56.068 diantaranya wisatawan nusantara, dan 106.557 orang wisatawan mancanegara."Tidak dibenarkan (kunjungan wisata ke Tumpak Sewu menurun), karena untuk kunjungan mancanegara masih dalam masa low season kunjungan," kata Galih di Lumajang, Rabu .Baca juga: Pemkab Lumajang dan Malang Sepakat Tak Ada Pungutan Tiket di Dasar Air Terjun Tumpak SewuPerihal tiket berlapis di Tumpak Sewu, Galih menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada 2024.Saat itu, menurut Galih, penarikan tiket ulang dilakukan oleh oknum asal Kabupaten Malang.Namun, dia menegaskan, kondisi serupa sudah tidak ada lagi karena telah dikoordinasikan dengan baik oleh Pemkab Lumajang dan Kabupaten Malang."Terkait pungutan tiga kali terjadi pada tahun sebelumnya memang dibenarkan dan dilakukan oleh oknum dari Malang, tapi Bunda Bupati berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Malang terkait tiket masuk disepakati bahwa penarikan tiket di dasar sungai tidak lagi diizinkan," ujarnya.Baca juga: Tarif Wisata Tumpak Sewu Lumajang Direvisi, Jadi Cuma Rp 20 RibuLebih lanjut, Galih menyebut, erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025 juga berdampak pada kunjungan wisata ke Tumpak Sewu.Menurut dia, beberapa wisatawan khawatir untuk datang ke Tumpak Sewu pasca terjadi erupsi Gunung Semeru.Untuk menarik kembali minat wisatawan datang ke Lumajang, Dinas Pariwisata sudah mengeluarkan surat edaran tentang kesiapan penyelenggaraan wisata jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026."Iya berdampak, kami memberikan edaran terkait kesiapan penyelenggaraan pariwisata menjelang libur nataru 2025," kata Galih.Baca juga: Pungutan Tiket di Dasar Sungai Tumpak Sewu Dilarang, Wisatawan Diminta Lapor jika Menemukan
(prf/ega)
Jumlah Kunjungan Wisata Tumpak Sewu Naik, 162.625 Orang sampai Oktober 2025
2026-01-11 23:09:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:35
| 2026-01-11 22:31
| 2026-01-11 22:02
| 2026-01-11 21:31










































