Kebakaran Apartemen Hong Kong Tewaskan 44 Orang, 3 Pria Ditangkap

2026-02-05 03:44:53
Kebakaran Apartemen Hong Kong Tewaskan 44 Orang, 3 Pria Ditangkap
HONG KONG, – Polisi Hong Kong menangkap tiga pria dengan tuduhan pembunuhan, usai insiden kebakaran besar yang menewaskan sedikitnya 44 orang dan mengakibatkan 279 lainnya dinyatakan hilang.Kebakaran itu terjadi di sebuah kompleks apartemen tinggi di Distrik Tai Po dan menjadi salah satu insiden paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir.Pemimpin Eksekutif Hong Kong, John Lee, mengatakan, hingga Rabu , sebanyak 29 korban masih dirawat di rumah sakit. Ia menyebutkan, kobaran api berhasil dikendalikan sesaat setelah tengah malam.Baca juga: Kebakaran Hebat di Apartemen Hong Kong, Api Mengamuk, Penghuni TerjebakDirektur Dinas Pemadam Kebakaran, Andy Yeung, menyampaikan bahwa seorang petugas pemadam kebakaran termasuk daftar korban tewas."Pria berusia 37 tahun itu telah bertugas selama sembilan tahun. Semua rekan kami sangat berduka atas kehilangan seorang rekan yang begitu setia," ujarnya dalam pernyataan resmi.Presiden China Xi Jinping juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya petugas pemadam kebakaran tersebut, dan mengirimkan simpati kepada keluarga para korban.Melalui saluran televisi pemerintah CCTV, Xi menyerukan agar segala upaya dilakukan untuk meminimalkan jumlah korban jiwa serta kerugian material akibat kebakaran.Kebakaran diketahui bermula dari perancah bambu yang dipasang di sisi luar salah satu menara apartemen setinggi 32 lantai.Api kemudian menyebar ke bagian dalam gedung dan menjalar ke gedung-gedung sekitarnya. Kondisi angin yang kencang diduga memperburuk penyebaran api.Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab awal kebakaran. Namun, pihak berwenang tengah menyelidiki beberapa faktor, termasuk kemungkinan bahwa material pelapis eksterior tidak memenuhi standar ketahanan api."Ini penyebaran api yang tidak biasa. Kami akan memeriksa apakah dinding luar gedung telah memenuhi persyaratan keselamatan kebakaran," ujar seorang pejabat setempat, dikutip dari CBS News.Rekaman video dari lokasi menunjukkan petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air dari atas truk tangga, sementara asap hitam pekat mengepul dari jendela gedung. Bara api tampak jatuh ke tanah saat langit mulai menggelap.Baca juga: Pesawat Kargo Emirates Jatuh di Laut Hong Kong: 2 Tewas, 1 Orang HilangOperasi penyelamatan berlangsung sulit akibat suhu tinggi di sekitar titik api.Departemen Pemadam Kebakaran menyebut insiden ini ditingkatkan menjadi level lima, tingkat keparahan tertinggi dalam sistem klasifikasi kebakaran di Hong Kong.Lebih dari 140 unit truk pemadam kebakaran dan lebih dari 60 ambulans dikerahkan ke lokasi kejadian.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-05 02:07