Hunian Sementara untuk 205 Keluarga Korban Longsor Banjarnegara Dikebut 2026

2026-01-11 03:53:54
Hunian Sementara untuk 205 Keluarga Korban Longsor Banjarnegara Dikebut 2026
SEMARANG, - Memasuki hari ke-16 pasca longsor yang terjadi pada 16 November 2025 di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara terus berupaya mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi 1.019 pengungsi yang masih berada di lokasi pengungsian.Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, mengungkapkan bahwa penataan lahan untuk pembangunan huntara yang dibiayai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah dimulai.Selain itu, asesmen terhadap warga terdampak juga telah dilaksanakan.Baca juga: Hari Ke-9 Longsor Banjarnegara, 16 Korban Hilang Masih Dicari“Lahan sudah ditata. Tentu kita sekarang proses pembangunan untuk hunian sementara dari BNPB, proses lahan sudah kita siapkan, asesmen juga sudah dilakukan kepada pengungsi yang siap direlokasi,” ujar Wakhid saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada Senin, 1 Desember 2025.Sebagai langkah awal, Wakhid menyiapkan 50 unit huntara untuk warga yang rumahnya tertimbun longsor.Ia memastikan lokasi pembangunan huntara telah tersedia di Desa Pandanarum, yang terletak dekat area lapangan seluas sekitar 3 hektar.“Prioritas kita nanti 50 rumah untuk pengungsi yang khususnya rumahnya memang sudah tertimbun longsoran. Sudah ada lahan relokasi yang kita siapkan. Kita pemerintah daerah menyiapkan lahan yang bekerja sama dengan pemerintahan desa,” ungkapnya.Baca juga: 935 Warga Terdampak Longsor Banjarnegara Akan Direlokasi ke Hunian SementaraWakhid juga menambahkan bahwa Badan Geologi telah melakukan survei untuk memastikan keamanan lahan tersebut.Hingga saat ini, jumlah pengungsi akibat longsor di Pandanarum tercatat sebanyak 1.019 orang, yang terdiri dari 205 kepala keluarga (KK) yang diproyeksikan akan mendapatkan hunian.“Tapi kalau ada kekurangan juga sudah kita siapkan lahan tambahan. Kalau pengungsi kita kan ada 1.019, cuma untuk KK kita ada 205. Semua kita siapkan (huntara),” lanjutnya.Bupati memastikan bahwa akses jalan menuju area huntara sudah dapat digunakan.Pembangunan huntara akan dikerjakan oleh BNPB dengan target penyelesaian 10 unit per minggu jika dikerjakan oleh lima tim.Pemkab Banjarnegara menargetkan pengerjaan dapat dimulai pada awal tahun 2026.“Kasihan kan kalau mereka terus-terusan di pengungsian, huntara harus siap lah. Nanti awal tahun kita fokus untuk pembangunan hunian tetap,” jelasnya.Baca juga: Ribuan Korban Longsor di Banjarnegara dan Cilacap Masih Dicarikan Lahan HuntaraLebih lanjut, Wakhid menyatakan bahwa pihaknya telah mendata seluruh kerusakan dan akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan relaksasi kredit bagi petani yang terdampak dan kehilangan sumber pendapatan.Selain itu, Pemkab juga menyiapkan bantuan ternak untuk pemulihan ekonomi.“Otomatis kan karena enggak punya pendapatan dan seterusnya. Intinya enggak ngangsur dulu lah. Termasuk untuk bagaimana nanti mereka bisa pulih kembali secara ekonominya. Kita dampingi betul,” katanya.


(prf/ega)