Tradisi Natal Unik di Indonesia, dari Marbinda di Sumut hingga Barapen di Papua

2026-01-12 05:52:51
Tradisi Natal Unik di Indonesia, dari Marbinda di Sumut hingga Barapen di Papua
- Hari Natal setiap 25 Desember dirayakan umat Nasrani di seluruh dunia sebagai momen memperingati kelahiran Yesus Kristus. Di Indonesia, suasana penuh sukacita ini hadir dengan tradisi yang beragam dan khas di setiap daerah.Tak hanya menyalakan pohon Natal atau memasang ornamen warna-warni, masyarakat Indonesia di berbagai wilayah memiliki cara unik untuk merayakan hari besar ini.Berikut rangkuman tradisi Natal dari sejumlah daerah di Nusantara dikutip dari buku "Natal di Penjuru Dunia".Di Sumatera Utara, masyarakat melaksanakan tradisi marbinda. Tradisi ini dilakukan dengan menyembelih hewan secara kolektif pada hari Natal. Hewan yang disembelih merupakan hasil patungan atau tabungan bersama yang disepakati sejak jauh hari.Biasanya, hewan yang dikurbankan adalah babi, namun bila dana mencukupi, masyarakat dapat menyembelih kerbau.Selain mempererat kebersamaan, marbinda menjadi wujud syukur dalam merayakan Natal.Baca juga: Marbinda, Tradisi Natal dan Tahun Baru Masyarakat Batak TobaJika umumnya hiasan Natal berupa pohon dan lampu warna-warni, masyarakat Nasrani di Bali memiliki kekhasan tersendiri. Mereka memasang penjor, bambu melengkung yang dihias janur serta ornamen Bali.Saat beribadah di gereja, umat Nasrani Bali menggunakan pakaian tradisional, seperti kebaya, selendang, kamen, hingga destar bernuansa hitam dan putih. Harmoni budaya dan religi terasa begitu kuat dalam perayaan ini.KOMPAS.COM/ESTU SURYOWATI Barapen, tradisi masak tertua di Papua, Papua Barat, Kamis . Singkong, keladi, ikan, dan daging berbungkus aluminium foil dibakar dengan ditindih batu panas.Warga keturunan Portugis di Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta, merayakan Natal dengan tradisi rabo-rabo. Usai kebaktian Natal, mereka berziarah ke makam di dekat gereja sebelum melakukan rabo-rabo.Tradisi rabo-rabo dilakukan dengan menabuh musik keroncong, menari bersama, dan berkeliling kampung mengunjungi keluarga. Siapa pun yang sudah dikunjungi wajib ikut rombongan hingga rumah terakhir.Puncak acara ditandai tradisi mandi-mandi, di mana warga saling menorehkan bedak putih di wajah sebagai simbol pembersihan kesalahan masa lalu.Baca juga: Rabo-rabo, Tradisi Tahun Baru Kampung Tugu JakartaDi Yogyakarta, beberapa gereja merayakan Natal dengan iringan gamelan. Para penabuh gamelan mengenakan busana Jawa, seperti beskap dan blangkon, serta menggunakan bahasa Jawa halus selama ibadah berlangsung.Setelah kebaktian, masyarakat saling berkunjung dari rumah ke rumah, memperkuat silaturahmi dan kebersamaan.Di Toraja, perayaan Natal berlangsung dalam festival budaya dan pariwisata bernama Lovely December. Festival ini dimulai awal Desember dan mencapai puncaknya pada 26 Desember.Keunikan festival ini salah satunya adalah pemotongan kerbau belang sebagai simbol ucapan syukur. Pada puncak perayaan ditampilkan arak-arakan lettoan yang meriah.


(prf/ega)