Malioboro Full Pedestrian Tak Berlaku saat Periode Libur Nataru

2026-01-15 00:55:23
Malioboro Full Pedestrian Tak Berlaku saat Periode Libur Nataru
YOGYAKARTA, – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memastikan tidak ada penutupan Jalan Malioboro selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Pemerintah kota juga meniadakan uji coba Malioboro full pedestrian demi mengantisipasi kemacetan, terutama karena penutupan Jembatan Kewek.Hasto mengatakan, Malioboro akan tetap dibuka seperti biasa untuk kendaraan bermotor selama libur Nataru.“Kami sudah memutuskan kami tidak akan menutup Malioboro, tidak ada uji coba Malioboro full pedestrian, Malioboro akan tetap seperti biasa,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Rabu .Baca juga: Jelang Nataru, Jembatan Kewek Ditutup, Arus Kendaraan ke Malioboro Dikontrol KetatMeski demikian, Hasto tidak menutup kemungkinan penutupan sementara dilakukan jika kondisi Malioboro sudah terlalu padat, khususnya pada malam pergantian tahun.“Kecuali pada malam hari H tanggal 1 itu, akan melihat situasional apakah jam 20.00 atau 21.00 akan kita tutup kendaraan ketika Malioboro full pengunjung,” ujarnya.“Nutupnya bukan karena kebijakan menutup Malioboro, tetapi karena sudah full sehingga orang bisa masuk tetapi kendaraan tidak bisa masuk,” imbuh Hasto.Hasto menjelaskan, selama libur Nataru akses masuk ke Malioboro diarahkan melalui Jalan Mataram. Kendaraan dari Jalan Mataram dapat langsung masuk Malioboro dengan berbelok ke kiri.Baca juga: Viral Video Wisatawan Tawar Tarif Parkir Malioboro, Dishub: Swasta Boleh Pasang Tarif 5 Kali LipatSementara itu, kendaraan dari arah Jalan Mangkubumi atau Jalan Margo Utomo tidak bisa langsung masuk ke Malioboro dan harus memutar melalui Stadion Kridosono.“Kenapa begitu karena kendaraan besar seperti bus atau kendaraan kecil akan kita arahkan dari depan Gramedia arah ke kiri sehingga akan masuk ke Kridosono masuk ke Malioboro,” kata Hasto.Kasatlantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat mengatakan, berdasarkan analisa lalu lintas pasca penutupan Jembatan Kewek, kepadatan kendaraan saat libur Nataru diprediksi paling tinggi dari arah timur.Menurut Alvian, hal tersebut dipicu dibukanya exit tol Prambanan yang meningkatkan volume kendaraan masuk ke Kota Yogyakarta.Untuk mengurai kepadatan, Polresta Yogyakarta bekerja sama dengan polres wilayah sekitar, termasuk Polresta Sleman, dengan memasang penunjuk arah jalur alternatif menuju Malioboro.“Di mana sebelum Janti kami akan berikan papan pemberitahuan bahwasannya ada jalur alternatif ke Malioboro dari fly over Janti, ke Blok O, kemudian masuk melalui Gedongkuning atau Jalan Kusumanegara,” ujar Alvian.Baca juga: Cerita Kusir Andong Malioboro Sambut Nataru: Kuda Diberi Jamu Bergizi hingga Waspada MusikSelain itu, kendaraan dari Simpang Demangan ke arah barat menuju Simpang Empat Galeria akan diarahkan belok kiri di Simpang Gayam, lalu melalui Jalan Bausasran dan Jalan Gajah Mada.“Dari Simpang Gayam ke Jalan Bausasran, dan ke Jalan Gajah Mada,” kata dia.Alvian menambahkan, masih banyak wisatawan yang mengandalkan aplikasi peta digital. Ia mengimbau agar pengaturan tujuan diarahkan ke Jalan Mayor Suryotomo saat masuk melalui Simpang Demangan.“Ini salah satu upaya untuk mengurangi beban di Kridosono, dan selain itu juga kami informasikan ketika jam-jam padat jalur masuk ke wilayah Malioboro hanya di Jalan Suryotomo dan Jalan Mataram,” ujar Alvian.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 23:45