BENGKULU, - Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Polda Bengkulu memburu pelaku dugaan penipuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyebabkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) terlantar lalu meninggal dunia di Jepang.Korban bernama Adelia Meysa, dua puluh tiga tahun, asal Desa Kampai, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Saat ini penyidik tengah melakukan investigasi terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab.Adelia diduga menjadi korban salah satu Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tidak bertanggung jawab sehingga membuatnya berangkat secara ilegal dan terlantar di Jepang.Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, melalui Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Andy Pramudya Wardana, mengatakan perkara itu diduga kuat masuk kategori pidana TPPO.“Polda telah membentuk tim investigasi dari kepolisian dan bekerja sama dengan polres jajaran mengenai TPPO,” kata Andy, Senin .Baca juga: PMI Asal Bengkulu Meninggal di Jepang, Diduga Korban TPPODirektur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu Kombes Pol Andjas Adipermana, melalui Kasubdit Renakta AKBP Julius Hadi, menyebut pihaknya masih menggali informasi untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.“Saat ini proses penyelidikan, untuk di Polda kita menangani soal pekerja yang meninggal dan terlantar di negara Jepang,” ungkap Julius.Julius menambahkan, polisi kini menelusuri orang yang melakukan perekrutan calon pekerja yang diberangkatkan ke Jepang. Tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain.“Kami mendapat laporan masih ada beberapa korban lain yang masih terlantar di Jepang,” lanjut dia.Polda Bengkulu mengimbau masyarakat agar selektif terhadap tawaran kerja ke luar negeri, terutama jika datang dari pihak yang tidak dikenal dengan iming-iming gaji besar atau proses mudah.“Jika masyarakat menemukan indikasi adanya praktik perdagangan orang, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat. Kerja sama antara polisi dan masyarakat sangat penting dalam memberantas kejahatan TPPO,” imbaunya.Sebelumnya, Adelia meninggal pada Sabtu di Kota Sakai, Prefektur Ibaraki, Jepang. Ia sempat dirawat selama sepekan di Seinan Medical Center Hospital akibat meningitis tuberkulosis.Sejak masuk rumah sakit pada Jumat , kondisi Adelia naik turun. Ia sempat tidak sadarkan diri di ruang ICU, kemudian membaik, sebelum kembali drop pada Jumat . Adelia dinyatakan meninggal pada pukul 14.45 Japan Service Time atau pukul 12.45 WIB.Adelia diduga menjadi korban penipuan TPPO oleh sebuah LPK bahasa Jepang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sekitar tiga tahun lalu. Ia diiming-imingi bekerja ke Jepang tanpa melalui prosedur resmi.
(prf/ega)
Polda Bengkulu Buru Pelaku TPPO yang Tewaskan PMI di Jepang
2026-01-12 07:19:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:58
| 2026-01-12 06:39
| 2026-01-12 06:14
| 2026-01-12 05:27
| 2026-01-12 05:13










































