Banjir-Longsor di Sumatera, Apa Saja yang Sudah Dilakukan Pemerintah?

2026-02-04 01:10:52
Banjir-Longsor di Sumatera, Apa Saja yang Sudah Dilakukan Pemerintah?
JAKARTA, - Banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dalam sepekan terakhir meninggalkan kerusakan besar. Rumah warga hanyut, akses jalan terputus, hingga komunikasi padam di sejumlah wilayah.Lebih dari itu, ratusan nyawa melayang begitu cepat ketika air bah dan material longsor menerjang pemukiman yang tak sempat mengantisipasi bahaya.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Sabtu , total korban meninggal dunia mencapai 303 orang, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.Baca juga: Prabowo Pastikan Bantuan Terus Disalurkan kepada Pengungsi Banjir di SumateraDi Sumatera Utara saja, angka korban melonjak drastis hanya dalam satu hari. Penambahan itu terjadi seiring operasi pencarian oleh tim SAR gabungan yang terus bekerja siang malam.“Korban jiwa yang kemarin 116 jiwa, sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Artinya dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu.Dampak paling nyata saat ini adalah terganggunya kehidupan ribuan warga yang terpaksa mengungsi.Aceh menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, hampir menyentuh 50.000 kepala keluarga yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.Baca juga: Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang RusakSumatera Barat dan Sumatera Utara juga melaporkan belasan ribu jiwa harus meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.Lantas apa saja yang sudah dilakukan pemerintah?Kepala BNPB Suharyanto menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah menyelamatkan korban hilang dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.“Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) agar diupayakan selama 24 jam. Operasi ini akan dipimpin oleh Basarnas dan dibantu oleh TNI, Polri, dan relawan,” ujar Suharyanto.Selain itu, pendistribusian logistik bantuan juga terus dipercepat agar kebutuhan warga terpenuhi.Baca juga: Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir dan Longsor Sumatera Jadi Bencana NasionalUpaya percepatan dilakukan dengan mengirimkan bantuan melalui udara ke titik-titik yang aksesnya masih tertimbun material longsor. Helikopter MI-17 hingga dua heli tambahan telah disiagakan di Sumatera Utara.“Akses menuju Sibolga dari Tarutung masih tidak bisa dilalui akibat beberapa titik jalanan masih tertimbun material longsor,” kata Suharyanto.Sementara di Aceh, satu pesawat Caravan dan enam helikopter terus bergerak mengirim bantuan ke wilayah seperti Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur yang sulit dijangkau lewat jalur darat.Baca juga: Update Penanganan Banjir dan Longsor di Sumatera: Operasi SAR 24 Jam, Distribusi Logistik DipercepatDok Polres Taput Tim Sar gabungan saat mengevakuasi korban banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-04 01:56