Gibran Bertolak ke Jateng, Hadiri Perayaan Natal dan Pantau Arus Mudik

2026-02-02 19:47:01
Gibran Bertolak ke Jateng, Hadiri Perayaan Natal dan Pantau Arus Mudik
JAKARTA, - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan mengunjungi provinsi Jawa Tengah pada Kamis hari ini untuk menghadiri perayaan Natal dan memantau arus mudik.Dikutip dari siaran pers Sekretariat Wakil Presiden, Gibran bersama rombongan terbatas telah berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani, Semarang pada Rabu malam pukul 19.00 WIB.Setwarpes menyebutkan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan perayaan Natal di berbagai daerah berjalan aman dan damai.Baca juga: Gibran Ucapkan Selamat Hari Natal, Ajak Doakan Korban Banjir SumateraPada saat yang sama, kunjungan ini juga untuk memantau kelancaran arus mudik liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).Gibran dijadwalkan menghadiri Perayaan Natal Bersama umat Kristiani yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Gereja-gereja Salatiga (BKGS) di Lapangan Pancasila, pada Kamis pagi hari ini.Kehadiran Wapres diharapkan menjadi bentuk silaturahmi sekaligus penegasan komitmen pemerintah dalam merawat kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama.Baca juga: Pesan Natal Presiden hingga Wapres: Doakan Korban Bencana Sumatera Usai kegiatan di Salatiga, Wapres kembali ke Semarang untuk meninjau kesiapan pelayanan arus mudik di Stasiun Tawang.Peninjauan ini dilakukan guna memastikan operasional transportasi, khususnya kereta api berjalan optimal, aman, dan nyaman seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menuju Jawa Tengah pada libur akhir tahun.Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Gibran dijadwalkan langsung kembali ke Jakarta pada hari yang sama.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-02 19:16