Kampus Terbaik di Asia 2026 Didominasi China, Indonesia Urutan Berapa?

2026-01-15 12:33:55
Kampus Terbaik di Asia 2026 Didominasi China, Indonesia Urutan Berapa?
- Daftar pemeringkatan QS World University Rankings Asia 2026 telah dirilis. Pemeringkatan ini menampilkan 1.526 universitas dengan 557 di antaranya merupakan universitas baru. Mengutip situs QS, tujuan pemeringkatan regional Asia adalah untuk memberikan gambaran yang lebih spesifik tentang pendidikan tinggi di benua ini. Indikator-indikator penilaian baru ditambahkan, seperti skor Staf dengan Gelar Doktor dan Mahasiswa Internasional, berbeda dari yang ada di World University Rankings. Beberapa indikator diberi bobot lebih tinggi dalam pemeringkatan ini dan beberapa lainnya diberi bobot lebih rendah guna memberikan gambaran yang akurat tentang prioritas universitas di Asia.Baca juga: Binus University Naik ke Peringkat 165 di QS Asia University Rankings 2026China daratan secara keseluruhan menempatkan 394 universitas dalam pemeringkatan kali ini. Untuk meningkatkan penerimaan mahasiswa internasional China Daratan telah memperkenalkan visa STEM baru, memudahkan mahasiswa yang ingin mempelajari sains, teknologi, teknik, atau kedokteran untuk belajar di salah satu institusi terbaik mereka. Mereka juga mempermudah akses visa kerja pascasarjana dalam upaya mempertahankan mahasiswa paling berbakat. QS menyebut Van Lang University - Vietnam mengalami perkembangan paling signifikan dengan naik 159 peringkat ke ranking 251. Sedangkan universitas yang baru masuk pemeringkatan QS dan langsung mendapatkan peringkat tertinggi tahun ini adalah Universitas Nazarbayev di Kazakhstan, menempati ranking 201.Baca juga: 20 Universitas Terbaik Versi QS AUR, Ada 5 PTSBerikut 10 besar kampus terbaik di Asia 2026:1. University of Hong Kong2. Peking University=3. NTU Singapore=3. National University of Singapore5. Fudan University6. The Hong Kong University of Science and Technology


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 10:55