Operasi Modifikasi Cuaca di Jatim Fokus di Wilayah Terdampak Bencana sampai 31 Desember 2025

2026-01-12 17:52:44
Operasi Modifikasi Cuaca di Jatim Fokus di Wilayah Terdampak Bencana sampai 31 Desember 2025
SURABAYA, - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengungkapkan, telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jawa Timur, hingga 31 Desember 2025.Kasi Datin BMKG Kelas I Juanda, Andre Wijaya mengatakan bahwa tujuan dari OMC tersebut untuk menekan curah hujan dan memitigasi bencana hidrometeorologis akibat cuaca ekstrem.“Tujuan diadakannya operasi modifikasi cuaca untuk memitigasi semakin parahnya kondisi di suatu wilayah yang sedang terdampak bencana,” kata Andre saat dihubungi Kompas.com, Selasa .Selain itu, modifikasi cuaca dilakukan sebagai upaya mendukung evakuasi atau penanganan benacana, serta mempercepat perbaikan wilayah yang terdampak bencana.“Serta, OMC ini juga untuk mendukung giat evakuasi atau penanganan bencana, dan mempercepat proses recovery wilayah yang terdampak,” ujarnya.Baca juga: Kepala BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan di 6 ProvinsiAndre menyebut, sementara ini OMC di Jawa Timur akan difokuskan pada wilayah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi.“Seperti contoh kawasan rawan bencana Gunung Semeru, lalu Malang Kota yang beberapa waktu lalu terjadi banjir dan daerah rawan longsor,” katanya.Sementara itu, wilayah pelaksanaan OMC akan dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan potensi pertumbuhan awan.“Bila akan memasuki daerah rawan bencana atau yang sedang terdampak bencana makan akan dilakukan penyemaian awan tersebut,” ujarnya.Baca juga: Antisipasi Hujan Ekstrem, BMKG Modifikasi Cuaca di Lampung, Jawa, hingga BaliDia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari daerah yang berpotensi rawan bencana, seperti longsor dan banjir untuk semnetara waktu.“Selain itu, diimbau juga berhati-hati dalam berkendara khususnya pada saat hujan dan mewaspadai potensi cuaca ekstrem terutama pada siang atau malam hari,” kata Andre.Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan operasi modifikasi cuaca di enam provinsi di Indonesia.Laporan tersebut disampaikan Faisal dalam sidang kabinet bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin, 15 Desember 2025."Saat ini, ada 6 provinsi yang melakukan operasi modifikasi cuaca, yang mampu menurunkan curah hujan 20-50 persen, Bapak Presiden," kata Faisal.Baca juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, Khofifah Perintahkan Modifikasi Cuaca di JatimFaisal mengatakan, operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan mencegat awan hujan sebelum memasuki wilayah daratan.Awan disemai menggunakan bahan semai agar hujan turun di perairan atau wilayah yang dinilai aman."Jadi, kalau dia mendekat, nanti awan hujan itu kita semai dengan bahan semai dari NACL agar dia jatuh di tempat-tempat seperti di perairan atau laut atau di tempat-tempat yang tidak berbahaya," ujarnya.Sementara itu, apabila awan hujan sudah berada di atas wilayah yang dituju, BMKG menggunakan metode penyemaian dengan kapur tohor atau kalsium oksida (CaO) untuk memecah awan sehingga hujan tidak turun dengan intensitas tinggi.Baca juga: Bukan Perayaan, Eri Cahyadi Gelar Doa Bersama di Balai Kota Surabaya Saat Malam Tahun Baru


(prf/ega)