Gagal Akhiri Perang Ukraina, Trump Sebut Para Pemimpin Eropa Lemah

2026-01-11 03:54:54
Gagal Akhiri Perang Ukraina, Trump Sebut Para Pemimpin Eropa Lemah
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik kegagalan para pemimpin Eropa dalam menghentikan perang di Ukraina.Trump bahkan menyebut pemimpin Eropa lemah dan menyarankan AS mengurangi dukungan untuk Ukraina."Saya pikir mereka lemah, tetapi saya juga berpikir mereka ingin bersikap sangat politis. Saya pikir mereka tidak tahu harus berbuat apa," ujarnya dalam wawancara dengan Politico.Dikutip dari BBC, kritik terbaru Trump muncul sehari setelah para pemimpin Eropa berkumpul di London untuk membahas upaya bersama dalam menghentikan pertempuran di Ukraina.Menurutnya, pemimpin Eropa gagal mengendalikan migrasi atau mengambil tindakan tegas untuk mengakhiri perang Ukraina dengan Rusia, menuduh mereka membiarkan Kyiv terus berperang.Baca juga: AS-Meksiko “Rebutan” Air, Trump Ancam Tarif Tambahan 5 PersenDalam wawancara itu, ia mengeklaim negosiator Ukraina menyukai proposal yang didukung AS. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum membacanya.Trump juga mengulangi seruan sebelumnya agar Kyiv menyelenggarakan pemilu dan menuding mereka menggunakan perang untuk menundanya."Tahukah Anda, mereka berbicara tentang demokrasi, tetapi sampai pada titik di mana itu bukan demokrasi lagi," jelas dia.Diketahui, masa jabatan Zelensky seharusnya berakhir pada Mei 2024. Akan tetapi, pemilu telah ditangguhkan sejak darurat militer berlaku usai invasi Rusia.Trump juga mengklaim perpecahan ideologis kini mengancam akan menghancurkan aliansi Washington dengan Eropa.Baca juga: Kenapa Trump Selalu Cawe-cawe Urusan Negara Lain?Menanggapi kritik itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper mengatakan, Trump hanya melihat Eropa sebagai "kekuatan".Sebab, para pemimpin Eropa disebut telah berupaya untuk mengambil peran dalam upaya yang dipimpin AS guna mengakhiri perang.Namun, mereka khawatir akan melemahkan kepentingan jangka panjang Eropa demi penyelesaian yang cepat.Sementara itu, Zelensky dalam unggahannya di X mengatakan, Ukraina dan Eropa secara aktif bekerja sama untuk mengakhiri perang.Menurutnya, elemen rencana Ukraina dan Eropa saat ini lebih berkembang.Soal penyelenggaraan pemilu di Ukraina, Zelensky mengaku siap dan meminta proposal yang dapat mengubah undang-undang disusun.Ia menyebutkan, pemilu dapat berlangsung dalam 60 hari hingga 90 hari ke depan jika keamanan terjamin dengan bantuan AS dan sekutu.


(prf/ega)