Rumahnya Diserang Ukraina, Putin Tak Akan Biarkan Tanpa Balasan

2026-02-04 19:13:19
Rumahnya Diserang Ukraina, Putin Tak Akan Biarkan Tanpa Balasan
MOSKWA, - Presiden Rusia, Vladimir Putin disebut tak akan tinggal diam usai rumahnya di wilayah Novgorod diserang Ukraina.Berbicara dalam sambungan telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Putin menyebut akan membalas serangan pesawat tak berawak itu.Hal itu diungkapkan oleh ajudan Putin, Yuri Ushakov, Senin .Baca juga: Rumah Putin Diduga Dibombardir Ukraina, Kyiv MembantahMenurutnya, Trump dalam panggilan itu memberi pengarahan kepada Putin tentang pertemuannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di Florida sehari sebelumnya.Sementara, Putin mengeklaim adanya serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap kediamannya di wilayah Novgorod."(Serangan itu) tidak akan dibiarkan begitu saja," kata Ushakov, dikutip dari Anadolu, Senin. Ia mengklaim bahwa serangan itu terjadi tak lama setelah pembicaraan antara Trump dan Zelenskyy di AS pada hari Minggu.Baca juga: Trump Murka Rumah Putin Diduga Diserang Ukraina, Sebut Bukan Waktu yang TepatMengetahui informasi itu, Ushakov menyebut Donald Trump terkejut dan benar-benar marah.Ia menjelaskan, Rusia bermaksud untuk terus bekerja sama secara erat dan produktif dengan AS untuk menemukan cara mencapai penyelesaian di Ukraina.Kedua presiden itu pun sepakat untuk melanjutkan dialog."Namun, tentu saja, posisi Rusia akan direvisi terkait sejumlah kesepakatan yang dicapai pada tahap sebelumnya dan solusi-solusi yang muncul. Hal ini telah dinyatakan dengan sangat jelas," ujarnya.Baca juga: Jenderal Penjaga Rahasia Putin Meninggal Mendadak Setelah DipecatDiberitakan sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menyatakan, Ukraina melancarkan serangan pesawat tak berawak ke kediaman Putin di wilayah Novgorod barat laut menggunakan 91 drone.Karena itu, Lavrov menuturkan Moskwa akan merevisi posisi negosiasinya di tengah perundingan perdamaian yang sedang berlangsung di Ukraina akibat serangan tersebut.Namun, pihaknya memastikan tak akan keluar dari proses negosiasi. "Kami tidak berniat untuk menarik diri dari proses negosiasi dengan AS," tegasnya.Baca juga: Zelensky Ingin Putin Segera Pergi, Sebut Rakyat Ukraina Sudah LelahPresiden Ukraina, Volodymyr Zelensky segera membantah klaim Lavrov dalam sebuah pernyataan yang diunggah media sosial X."Tuduhan tersebut bertujuan untuk merusak semua pencapaian upaya diplomatik bersama Ukraina dengan tim Presiden Trump," kata Zelensky.Menurutnya, tuduhan Moskwa itu untuk membenarkan serangan tambahan terhadap Ukraina, termasuk Kyiv, serta penolakan Rusia untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam mengakhiri perang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-04 19:05