Di Balik Cerita Jolakotturinn, Si Kucing Raksasa Pemangsa Anak Nakal Saat Natal

2026-01-11 03:49:53
Di Balik Cerita Jolakotturinn, Si Kucing Raksasa Pemangsa Anak Nakal Saat Natal
- Mendirikan pohon Natal dan bertukar kado merupakan tradisi perayaan Natal yang mungkin dilakukan oleh sebagian besar masyarakat dunia.Namun, ada sebuah tradisi Natal di Eropa, lebih tepatnya di Islandia, yang cukup unik dengan latar belakang yang menyeramkan.Tradisi tersebut adalah menaruh pakaian lama di luar rumah. Tradisi ini berkaitan dengan kisah seekor kucing bernama Jolakotturinn. Baca juga: 5 Tradisi Perayaan Natal yang Aneh di DuniaMengutip History Extra, Selasa , Jolakotturinn adalah seekor kucing yang disebut dengan Kucing Natal (Yule Cat).Dalam mitologi Islandia, kucing ini digambarkan sebagai hewan yang sangat besar, mengerikan, dan ganas. Hewan berkaki empat itu suka berkeliaran di pedesaan yang tertutup salju selama musim Natal untuk memangsa manusia.Jolakotturinn pertama kali tercatat pada abad ke-19. Ia disebut sangat terkait dengan lanskap Islandia dan musim dinginnya yang brutal.Dalam mencari mangsa, ia tidak memilih korban secara acak. Justru, ia menargetkan masyarakat Islandia yang belum menerima pakaian baru sebelum Natal tiba.Cara Jolakotturinn mencari mangsa, dan eratnya kaitan sosok kucing ini dengan lanskap dan musim dingin Islandia, dapat ditelusuri kembali pada ketergantungan negara tersebut pada produksi wol.Peternakan domba sangatlah penting bagi ekonomi Islandia. Untuk mempersiapkan wol untuk bulan-bulan musim dingin, kerja keras ekstra sangat dibutuhkan menjelang musim dingin.Para pekerja yang dengan tekun berkontribusi pada tugasnya akan diberi hadiah berupa pakaian hangat yang terbuat dari wol yang baru dikumpulkan. Hadiah itu sangatlah penting, mengingat iklim Islandia yang keras.Sementara itu, pekerja yang mengabaikan tugas atau dianggap malas, berisiko mendapatkan lebih dari sekadar dipandang buruk, tetapi juga tidak akan menerima pakaian baru.Baca juga: Rekomendasi Outfit Natal, Tampil Modis dan EleganMenurut kisah Jolakotturinn, siapapun yang tidak mendapatkan pakaian baru pada malam sebelum Natal, mereka akan menjadi korban kucing raksasa yang nakal ini.Siapapun yang tidak mendapatkan pakaian baru itu menyiratkan kurangnya ketekunan seseorang pada musim dingin.Melalui sudut ini, mitos Jolakotturinn memiliki dua tujuan moral. Pertama adalah sebagai pengingat akan pentingnya menjalankan kewajiban.Tujuan moral kedua, kisah kucing raksasa ini merupakan penguatan kebutuhan kolektif masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi musim dingin.


(prf/ega)