JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyampaikan pemerintah siap memberangkatkan sebanyak 500.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bekerja ke luar negeri.Menurut Menko yang karib disapa Cak Imin ini, pemberangkatan tersebut melalui program SMK Go Global yang diinisiasi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).Untuk program tersebut, dia menyebut, pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp 2,6 triliun."Anggarannya Rp 2,6 miliar dengan jumlah 500 ribu orang yang berangkat akhir tahun ini. (Tahun 2026) itu lebih besar lagi,” kata Cak Imin di KP2MI, Jakarta Selatan, Rabu .Baca juga: Pemerintah Gagas SMK Go Global, Lulusan SMK Bakal Dikirim Kerja Keluar NegeriDia menjelaskan, para lulusan SMK yang mendaftar program tersebut nantinya akan diberikan pelatihan terlebih dahulu di Tanah Air.Cak Imin mengungkapkan, program SMK Go Global dibuat untuk menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto.“Sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden, kita akan membuat program jangka menengah, jangka pendek yaitu SMK Go Global,” ujarnya.Selain itu, program tersebut dibuat sebagai jawaban atas terbukanya peluang kerja bagi tenaga terampil di negara lain seperti Jerman, Turki, dan Jepang.“Lulusan SMK yang memiliki kompetensi dan yang bisa di-upgrade kompetensinya untuk diberikan beasiswa melalui peluang bekerja di luar negeri dengan syarat gaji yang bagus,” kata Cak Imin.Baca juga: Cek Sekolah Kedinasan Gratis yang Tak Bisa Didaftar Siswa SMKKeterampilan khusus bagi lulusan SMK yang ingin bekerja di luar negeri mencakup bidang seperti welder, hospitality, caregiver, dan lainnya.Menurut Cak Imin, dengan bekal keahlian tersebut, para lulusan SMK memiliki peluang untuk bekerja lebih baik dan memperoleh gaji yang layak di luar negeri.Sebagaimana diberitakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,46 juta orang pada Agustus 2025.Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa angka tersebut turun sebanyak 4.092 orang dibandingkan periode yang sama pada 2024."Jumlah pengangguran tersebut menurun sebanyak 4.092 orang dibandingkan di Agustus tahun 2024. Proporsi pekerja penuh dan tingkat setengah pengangguran mengalami penurunan," ujar Edy, dikutip dari Antaranews.Baca juga: Rekrutmen Bintara Brimob Polri 2026, Lulusan SMK-SMA Bisa DaftarDari 7,64 juta orang tersebut, BPS lantas mengungkapkan pola penyebarannya. Berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, SMK masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi, yaitu 8,63 persen.Sementara itu, TPT SMK sebesar 6,88 persen, Diploma I/II/III sebesar 4,31 persen, dan Diploma IV/S1/S2/S3 5,39 persen.Sedangkan TPT terendah tercatat pada lulusan SD ke bawah, yakni 2,30 persen.Namun, BPS menyebut, pola TPT berdasarkan tingkat relatif stabil sejak Agustus 2023 hingga Agustus 2025.Baca juga: BPS: Jumlah Pengangguran Capai 7,46 Juta Orang pada Agustus 2025, Lulusan SMK Mendominasi
(prf/ega)
Pemerintah Siap Berangkatkan 500.000 Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri
2026-01-12 06:43:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:01
| 2026-01-12 06:05
| 2026-01-12 04:52
| 2026-01-12 04:50










































