Turkiye Gagalkan Teror Natal, 115 Anggota ISIS Diringkus di Istanbul

2026-02-04 09:34:54
Turkiye Gagalkan Teror Natal, 115 Anggota ISIS Diringkus di Istanbul
ISTANBUL, - Aparat keamanan Turkiye menangkap 115 orang yang diduga terkait kelompok teror ISIS.Mereka ditangkap karena karena dicurigai merencanakan serangan menjelang perayaan akhir tahun, kata Kantor Kejaksaan Agung Istanbul, Kamis .Penangkapan tersebut dilakukan setelah aparat menerima informasi intelijen mengenai rencana serangan kelompok ISIS saat perayaan Natal dan Tahun Baru di sejumlah wilayah.Baca juga: Diduga Campurkan Ganja dalam Permen Natal Siswa TK, Wali Murid Ditangkap"Berdasarkan informasi intelijen, organisasi teroris ISIS merencanakan serangan selama perayaan Natal dan Tahun Baru," ujar Kejaksaan Agung Istanbul.Berdasarkan informasi tersebut, kantor kejaksaan lantas memerintahkan penahanan terhadap 137 orang, sebagaimana dilansir AFP.Dari jumlah tersebut, sebanyak 115 orang telah resmi ditangkap, sementara sisanya masih dalam proses hukum lebih lanjut.Operasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan keamanan menjelang libur akhir tahun.Biasanya, akhir tahun di Turkiye diwarnai peningkatan aktivitas publik dan keramaian di kota-kota besar, termasuk Istanbul.Baca juga: Melihat Suka Cita Perayaan Natal di Palestina Setelah Dua Tahun Absen...Turkiye diketahui berbatasan langsung dengan Suriah sepanjang sekitar 900 kilometer.Suriah sendiri hingga kini masih menjadi tempat aktifnya kelompok-kelompok teroris bersenjata.Pada pertengahan Desember lalu, kelompok ISIS juga dituduh berada di balik serangan di Suriah yang menewaskan dua tentara AS dan satu warga sipil, sehingga meningkatkan kewaspadaan keamanan di kawasan tersebut.Pihak berwenang Turkiye menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan langkah pengamanan dan operasi intelijen guna mencegah potensi serangan teror, terutama pada momentum perayaan besar yang melibatkan banyak warga.Baca juga: Ketika Pohon Natal di Betlehem Kembali Menyala...


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-04 09:05