Lulusan Keperawatan Berpotensi Besar Kerja di Jerman, Catat Syaratnya

2026-01-12 11:42:52
Lulusan Keperawatan Berpotensi Besar Kerja di Jerman, Catat Syaratnya
BANDUNG, - Jerman saat ini menghadapi tantangan demografi yang signifikan. Hal tersebut membuka peluang besar bagi tenaga kerja asal Indonesia, terutama dalam sektor kesehatan dan keperawatan.Hal ini diungkapkan Ketua Bidang Pendidikan Alumni Jerman Indonesia (Aljerin), Samuel Siahaan, yang menyatakan bahwa Jerman membutuhkan setidaknya 400.000 tenaga kerja baru setiap tahunnya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan demografi negara tersebut."Mereka karena angka kelahirannya begitu rendah sudah dua generasi, mereka butuh 400.000 orang pertahun," ucap Samuel saat acara ujian sertifikasi bahasa Jerman resmi ÖSD di salah satu hotel di Kota Bandung, Rabu .Samuel menekankan, sektor kesehatan, khususnya perawat, merupakan salah satu bidang yang sangat dibutuhkan di Jerman.Baca juga: Buka Praktik Pemutihan Kulit Ilegal, Alumnus Sekolah Keperawatan DitangkapIa menjelaskan, tenaga perawat asal Indonesia memiliki nilai tawar yang tinggi di negara tersebut.Karakter dasar orang Indonesia yang ramah menjadi salah satu kunci utama."Tenaga kerja Indonesia itu tidak begitu mudah pindah kerja, loyalitasnya tinggi. Kedua, kita dikenal melayani dan ramah sama orangtua. Itu mereka tekankan sekali, dan itu tidak dimiliki semua bangsa," jelasnya.Fitri Afifah Azhari, Marketing Director Deutschlandtara menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Barat untuk menjembatani kesenjangan ini.Namun, proses seleksi dilakukan dengan ketat."Ada tes tahap awalnya ada interview, ada healthcare dalam bahasa Inggris, ada psikotes. Kalau teman-teman perawat itu lulus tahap awal, baru bisa ikut kelas bahasanya di kami. Jadi ada seleksi di awal," paparnya.Baca juga: Gaji Fantastis, Menteri Mukhtarudin Sebut Perawat Indonesia Diminati Rumah Sakit EropaFitri menegaskan, kunci utama untuk bisa bekerja sebagai perawat di Jerman adalah penguasaan bahasa."Intinya bahasa. Jadi bahasa Jerman itu ada 4 level yang memang harus kita persiapkan dari awal. Mulai dari A1, A2, B1, dan B2. Setelah lulus, seperti ujian hari ini kami adakan, itu baru bisa berangkat ke Jerman," ujarnya.Untuk mendukung persiapan tersebut, Deutschlandtara menyediakan pelatihan bahasa Jerman dari nol hingga B2.Khusus untuk program perawat, seluruh biaya penempatan, mulai dari tiket pesawat, visa, hingga dokumen ditanggung alias gratis."Sebenarnya gratis. Cuma memang kita pakai komitmen fee sebagai tanda keseriusan agar tidak berhenti di tengah jalan. Uang itu akan kami kembalikan untuk ketika dia siap berangkat selesai ujian B1," jelas Fitri.Antusiasme warga Jawa Barat terhadap program ini cukup tinggi. Dalam ujian sertifikasi bahasa yang digelar di Bandung, tercatat 230 peserta ikut ambil bagian.Ujian tersebut diawasi langsung oleh penguji dari Jerman dengan standar ketat, termasuk presisi waktu yang tidak menoleransi keterlambatan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-12 11:38