Fakta Pembongkaran Rumah Ahmad Sahroni Usai Penjarahan Agustus 2025

2026-01-11 03:44:53
Fakta Pembongkaran Rumah Ahmad Sahroni Usai Penjarahan Agustus 2025
- Anggota DPR RI nonaktif, Ahmad Sahroni mulai membongkar rumahnya di Kebon Bawang, Tanjung Priok. Pembongkaran rumah Sahroni ini sebagai langkah awal memulihkan kerusakan berat pascaperistiwa penjarahan Agustus 2025. Petugas membersihkan sisa bangunan yang hancur, sementara jejak kerusuhan masih tampak jelas di area pembongkaran yang kini dipadati puing dan alat berat.Lantas, apa saja yang perlu diketahui dari pembongkaran rumah Sahroni? Berikut sederet faktanya. Baca juga: Beda Putusan MKD DPR untuk 5 Anggota Nonaktif, Ini Perbandingan Sanksi Uya Kuya sampai SahroniProses pembongkaran berlangsung terjadwal dan telah dimulai sejak 10 Oktober 2025. Abdullah, salah satu pekerja, membenarkan hal tersebut."Mulai dari tanggal 10," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Jumat .Dua ekskavator bekerja memecah sisa struktur rumah yang sudah tidak utuh lagi. Tumpukan kayu patah, besi bengkok, hingga pipa paralon berserakan di lahan yang sebelumnya menjadi halaman rumah.Baca juga: Ada Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, Ini Alasan 5 Anggota DPR Nonaktif Dilaporkan ke MKDSebagian besar kerusakan yang terlihat merupakan akibat langsung dari penjarahan. Rumah itu sebelumnya dirusak oleh massa yang masuk secara paksa, menghancurkan bagian dalam, dan membawa kabur sejumlah barang berharga.Pada saat pembongkaran berlangsung, puing rumah menunjukkan bekas-bekas kerusakan ekstrem seperti beton retak, material patah, dan ruang yang sudah tidak berbentuk.Rumah tersebut awalnya memiliki luas hampir 400 meter persegi, membuat puing yang tersisa cukup besar untuk memenuhi beberapa truk pengangkut.Baca juga: Ahmad Sahroni, dari Blunder Diksi Tolol hingga Laporkan Penjarahan RumahMenurut Abdullah, kondisi rumah sudah benar-benar kosong saat ia pertama kali masuk untuk bekerja.“Saya masuk ke sini udah tinggal apa itu, beton aja. Udah enggak ada (barang)," jelas Abdullah.Lebih lanjut, Ia juga mengatakan bahwa tidak ada lagi perabotan atau sisa barang yang perlu dipindahkan.


(prf/ega)