Kenalan Lewat Medsos, Remaja Perempuan di Jatinegara Dicekoki Miras Lalu Dirudapaksa

2026-01-13 08:30:00
Kenalan Lewat Medsos, Remaja Perempuan di Jatinegara Dicekoki Miras Lalu Dirudapaksa
Jakarta - Seorang remaja putri berinisial APM berusia 16 tahun menjadi korban pelecehan seksual di kawasan Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur. Pelaku rudapaksa, seorang pria residivis narkoba berinisial ATH.”Tindak pidana menyetubuhi anak di bawah umur yang terjadi Bali Mester, Jatinegara," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur AKP Sri Yatmini di Jakarta, Selasa .Awalnya, korban berkenalan dengan pelaku melalui media sosial. Dari perkenalan itu, tersangka berlanjut mengajak korban bertemu di sekitar lokasi kejadian.AdvertisementDalam pertemuan tersebut, tersangka memberikan minuman keras kepada korban. Pelaku memaksa korban untuk minum. Saat korban mulai kehilangan kesadaran, pelaku diduga melakukan persetubuhan terhadap korban."Korban diajak meminum minuman keras dan dipaksa. Saat tidak sadarkan diri, korban disetubuhi oleh tersangka," jelas Sri.Setelah kejadian itu, korban pulang ke rumah dalam kondisi memar dan bibir berdarah. Melihat kondisi itu, orang tua bertanya pada korban. Hingga akhirnya korban mengaku telah diajak mabuk dan disetubuhi oleh pelaku."Korban pulang ada luka bagian badannya, antara lain bibir berdarah, akhirnya ditanya orang tua korban mengapa, dan korban mengakui anak korban diajak mabuk oleh tersangka dan disetubuhi," ucap Sri.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-13 08:23