Lonjakan Permintaan Daging dan Telur Ayam untuk MBG Picu Inflasi di Jateng

2026-01-12 07:01:55
Lonjakan Permintaan Daging dan Telur Ayam untuk MBG Picu Inflasi di Jateng
SEMARANG, – Meningkatnya permintaan telur ayam ras dan daging ayam ras untuk memenuhi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor utama penyebab inflasi di Jawa Tengah pada Oktober 2025.Bank Indonesia mencatat inflasi Jateng sebesar 0,40 persen (month-to-month) pada bulan tersebut, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 0,21 persen (mtm).Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan pangan menjadi penyumbang utama inflasi di kelompok makanan, minuman, dan tembakau.Baca juga: Inflasi Tertinggi Nasional, Pemprov Sumut Gelar Pasar Murah di 524 Titik“Komoditas penyumbang inflasi antara lain telur ayam ras dan daging ayam ras yang disebabkan kenaikan permintaan sejalan dengan pelaksanaan program MBG," ungkap Rahmat dalam keterangan tertulis, Kamis .Dia juga menambahkan bahwa inflasi pada cabai merah terjadi seiring dengan masa puncak panen yang telah berlalu.Baca juga: Deli Serdang Kabupaten dengan Inflasi Tertinggi Nasional, Bupati: Karena CabaiSementara itu, tekanan harga komoditas bawang merah relatif rendah karena masih memasuki masa panen di sejumlah sentra, termasuk di Kabupaten Brebes.Di luar komoditas pangan, kenaikan harga emas dunia akibat ketidakpastian global yang mencapai rekor tertinggi pada Oktober 2025 juga turut mendorong inflasi di Jateng.Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada bulan itu naik hingga 19,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 60,66 persen dibandingkan tahun lalu.“Inflasi pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat andil sebesar 0,21 persen (mtm), didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan yang memberikan andil 0,19 persen (mtm),” lanjut Rahmat.Baca juga: Inflasi di Penyangga IKN Balikpapan Terkendali, Ditopang Emas PerhiasanMenurut Rahmat, peningkatan inflasi Jawa Tengah masih berada dalam rentang sasaran nasional yaitu 2,5 plus minus satu persen, dengan inflasi tahunan mencapai 2,86 persen (year-on-year).Sebagai langkah antisipasi, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan di daerah yang tergabung dalam Forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jateng akan terus bekerja sama menggalakkan berbagai program pengendalian inflasi."Program pengendalian inflasi tersebut ditujukan untuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi barang/komoditas di Jawa Tengah sehingga inflasi dapat terjaga," ujarnya.


(prf/ega)