Totalitas Fan di Qatar, Tukar Jadwal Kerja demi Timnas U17 Indonesia

2026-02-04 01:51:57
Totalitas Fan di Qatar, Tukar Jadwal Kerja demi Timnas U17 Indonesia
- Meski ribuan kilometer jauhnya dari Indonesia, semangat merah putih tetap berkibar di Qatar.Dukungan untuk Timnas Indonesia U17 datang begitu besar dari diaspora di Qatar.Diaspora Indonesia di sana hadir langsung mendukung anak asuh Nova Arianto pada laga perdana babak penyisihan Grup H Piala Dunia U17 2025 melawan Zambia.Partai Timnas U17 Indonesia vs Zambia berlangsung di Aspire Zone pitch 7, Doha, Selasa malam WIB.Nyanyian dan tabuhan drum menggema mengiringi perjuangan Garuda Muda menghadapi Zambia.Baca juga: Skenario Laga Lawan Zambia Pelajaran Baru untuk Timnas U17 Indonesia Timnas U17 Indonesia pada akhirnya mengalami kekalahan 1-3 dari Zambia. Tetapi, dukungan dari warga Indonesia yang berada di Qatar tetap luar biasa.Salah satu yang hadir langsung di stadion adalah Muhammad Vizky Nuralfachri, pendukung Timnas Indonesia juga bagian dari komunitas suporter Garuda Qatar.Ia menceritakan bagaimana antusiasme diaspora begitu tinggi menyambut kehadiran timnas muda di ajang dunia ini.“Ya, suasana di sini antusias ya untuk para diaspora, apalagi ini salah satu timnas yang masuk Pildun setelah timnas Indonesia senior gagal ke Piala Dunia,” kata pria yang biasa disapa Vizky dengan semangat kepada Kompas.com.Baca juga: Blunder dan Disiplin Jadi Sorotan, Gita Suwondo Peringatkan Kesalahan Sama Tak Boleh Terulang Lawan BrasilMenurutnya, semangat dukungan itu bisa terlihat dari penjualan tiket untuk laga kedua Indonesia vs Brasil yang justru lebih cepat ludes dibanding laga pembuka maupun laga ketiga babak penyisihan grup.Ia juga bercerita bahwa Garuda Qatar tidak sekadar datang menonton langsung perjuangan Putu Panji dkk.Mereka melakukan berbagai persiapan demi mendukung Garuda Asia tampil maksimal di atas lapangan.“Banyak persiapan. Mulai dari perizinan alat-alat seperti drum, sampai banner ulang tahun untuk Coach Nova (Arianto). Walaupun kadonya timnas kalah, semoga ucapan dari Garuda Qatar bisa memotivasi untuk laga selanjutnya,” ujar pria asal Banten itu.ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S Skuad Timnas U17 Indonesia berfoto sebelum bertanding melawan Timnas Zambia pada laga Grup H Piala Dunia U17 di Lapangan 7 Aspire Zone, Doha, Qatar, Selasa . ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/fzn/barWalaupun hasil laga perdana belum sesuai harapan, semangat suporter timnas Indonesia tidak surut sedikit pun.Ia mengaku tetap bangga dengan perjuangan Timnas U17 Indonesia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-04 00:10