Suara Perempuan Penghayat Kepercayaan Jateng: Ada Tekanan Sosial, Kenalkan Budi Luhur

2026-01-12 05:10:08
Suara Perempuan Penghayat Kepercayaan Jateng: Ada Tekanan Sosial, Kenalkan Budi Luhur
UNGARAN, - Penghayat kepercayaan perempuan Jawa Tengah (Jateng) mengaku masih merasakan tekanan sosial. Meski begitu, kondisi ini justru membuat mereka semakin solid untuk menunjukkan ajaran budi luhur.Ketua Perempuan Penghayat Kepercayaan (Puan Hayati) Jateng, Dwi Setiyani Utami, mengatakan bahwa tekanan sosial tersebut seringkali berupa pemaksaan."Kami akui masih ada tekanan sosial dan kekerasan untuk penghayat, yang sering itu pemaksaan soal agama di KTP," ujarnya di sela acara Seminar Parenting Pra-Nikah Puan Hayati Jawa Tengah di Pemancingan Suharno 1 Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu .Meski dimikian, menurutnya, saat ini kondisi di Jawa Tengah mulai kondusif.Baca juga: Ratusan Penghayat Kepercayaan Ikuti Kirab Kirab Agung di Purworejo"Namun sekarang kondisi di Jawa Tengah mulai kondusif. Kalau tahun-tahun lalu ada kejadian di Banyumas, perubahan di KTP dari penghayat," kata Dwi.Dwi mengatakan bahwa beberapa kejadian yang menimpa penghayat kepercayaan menjadikan Puan Hayati lebih solid secara internal. Mereka semakin gencar melakukan sosialisasi mengenai kegiatan yang dilaksanakan."Kita kenalkan bahwa ajaran yang dilaksanakan itu budi luhur dan positif sesuai hak dan kewajiban warga negara," ungkapnya.Dwi juga menyampaikan bahwa Puan Hayati Jawa Tengah diresmikan pada 2018 sebagai payung organisasi penghayat kepercayaan, khususnya kaum perempuan.Baca juga: Mengenal Prodi Pendidikan Kepercayaan, Penjaga Warisan Penghayat Kepercayaan"Kami memperjuangkan mengenai pendidikan, budaya, keluarga, kedudukan, dan kesetaraan hak yang adil bagi penghayat kepercayaan," kata Dwi.Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Restu Gunawan, mengatakan bahwa penghayat kepercayaan tidak boleh minder dan harus memiliki kepercayaan diri karena eksistensinya dalam pembangunan bangsa."Namun kepercayaan diri itu harus diimbangi pengetahuan dan literasi yang bagus serta menunjukkan peranan dan aktivitas nyata di masyarakat," ungkapnya."Penghayat jangan melempem, aktivitasnya harus diketahui masyarakat, aktivitas yang penting harus disuarakan," kata Restu.Restu pun menyatakan bahwa pemerintah mendukung keberadaan penghayat kepercayaan."Sudah ada Perpres terkait pemenuhan hak masyarakat, itu masih berproses. Di Indonesia ada sekitar 170-an kelompok penghayat kepercayaan," ujarnya.Baca juga: 29 Warga Buleleng Ubah Status Agama Jadi Penghayat Kepercayaan Restu menilai keberadaan Puan Hayati penting dalam proses pewarisan kebudayaan."Termasuk soal berbagi asupan pengetahuan tentang membangun keluarga cerdas sehingga memberi sumbangan bagi kemajuan bangsa. Sebarkan info penting terkait pengetahuan pra-nikah agar tercipta keluarga yang serasi dan harmonis," ungkapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-12 03:20