Dualisme Kepengurusan Sepak Takraw Resmi Berakhir

2026-01-12 05:53:51
Dualisme Kepengurusan Sepak Takraw Resmi Berakhir
– Dualisme kepengurusan cabang olahraga (cabor) sepak takraw nasional akhirnya telah tuntas.Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menerima surat resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang menegaskan, dualisme kepengurusan tersebut telah tuntas.KONI dan KOI menjalankan arahan Menpora Erick untuk duduk bersama menyelesaikan konflik dualisme sejumlah cabor melalui musyawarah mufakat, termasuk sepak takraw.Setelah melalui rangkaian proses verifikasi dan konsolidasi, Pengurus Besar (PB) Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) periode 2025–2029 di bawah kepemimpinan Surianto akhirnya ditetapkan sebagai kepengurusan yang diakui secara nasional maupun internasional.Baca juga: Menpora Erick Thohir Sambangi KONI Pusat, Bahas Sejumlah Agenda Olahraga NasionalMenpora Erick menyambut baik langkah tersebut.“Saya sudah menerima surat pengakuan kepengurusan PSTI periode 2025-2029 dari KOI.""Saya juga menerima surat keputusan KONI tentang pengukuhan personalia PB PSTI.""Dua surat ini merupakan tindak lanjut terhadap arahan yang saya berikan pada awal Oktober lalu untuk menyelesaikan sengketa kepengurusan olahraga," kata Erick. "Hal ini menjadi bukti bahwa Kemenpora bersama KOI dan KONI telah berhasil menyelesaikan dualisme di cabang sepak takraw yang telah berlarut-larut dan merugikan para atlet selama ini," jelas Erick menambahkan.”Baca juga: Menpora Erick Thohir Ungkap 3 Mandat Presiden Prabowo soal Peningkatan Kesejahteraan Atlet Erick Thohir juga kembali mengingatkan tiga cabor lain yang masih memiliki masalah serupa agar segera menyelesaikan dualisme sebelum tahun 2025 berakhir.“Saya kembali mengingatkan kepada tiga cabor lainnya yaitu anggar, tinju dan tenis meja untuk segera menuntaskan masalah batasnya akhir Desember ini.""Jika masih belum selesai, saya akan ambil alih untuk menyelesaikan agar tidak ada perpecahan lagi demi prestasi olahraga kita,” tegas Menpora.


(prf/ega)