Neom Vs Al Nassr 1-3, Mimpi 1.000 Gol Ronaldo Kian Terasa Nyata

2026-01-16 06:09:52
Neom Vs Al Nassr 1-3, Mimpi 1.000 Gol Ronaldo Kian Terasa Nyata
- Cristiano Ronaldo semakin dekat dengan mimpinya. Ia mengemas gol ke-953 dalam laga Neom vs Al Nassr yang berkesudahan 1-3.Gol penalti Cristiano Ronaldo menghiasi laga pekan kedelapan Liga Arab Saudi 2025-2026 Neom vs Al Nassr yang digelar di Stadion King Khalid Sports City, Tabuk, Sabtu .Secara tenang, Cristiano Ronaldo menempatkan bola ke pojok kanan gawang Neom pada menit ke-65.Tendangan penalti Ronaldo tak bisa dibaca oleh kiper Neom yang bergerak ke arah berlawanan.Penalti tersebut diberikan wasit setelah bek Neom, Abdoulaye Doucoure, melakukan pelanggaran kepada Joao Felix.Baca juga: Alasan Cristiano Ronaldo Tak Hadiri Pemakaman Diogo JotaSebelum nama Ronaldo menghiasi papan skor, Al Nassr membuka keunggulan melalui kontribusi Angelo Gabriel (47').Neom sempat menipiskan skor begitu Ahmed Abdo Jaber bikin gol pada menit ke-84.Namun, dua menit berselang, Joao Felix memastikan Al Nassr pulang dengan raihan tiga angka."Mewujudkan mimpi kami," tulis Ronaldo di Instagram pribadinya, usai keberhasilan Al Nassr menggebuk Neom.Baca juga: Ronaldo: Lebih Gampang Bikin Gol di LaLiga daripada di Liga Arab SaudiSeiring hasil ini, Al Nassr masih kokoh di puncak klasemen Saudi Pro League, kasta teratas Liga Arab Saudi dengan bekal 24 angka.AFP/FAYEZ NURELDINE Cristiano Ronaldo mencetak dua gol saat Al Nassr meraih kemenangan telak 5-1 atas Al Riyadh di Stadion Al Awwal Park pada Sabtu waktu setempat.Ya, Al Nassr menyabu bersih delapan pekan awal Liga Arab Saudi dengan kemenangan.Selain itu, Ronaldo juga menambah koleksi golnya di Liga Arab Saudi musim ini menjadi sembilan buah.Ronaldo hanya kalah tajam dari rekan setimnya sendiri, Joao Felix (10 gol) yang kini memuncaki daftar pemain tersubur Liga Arab Saudi.Patut dicatat pula bahwa torehan ke gawang Neom merupakan gol ke-953 Ronaldo di sepanjang karier profesionalnya.Artinya, Ronaldo kian dekat dengan mimpi meraih 1.000 gol. Pria beralias CR7 hanya butuh 47 gol tambahan untuk mewujudkannya. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-16 04:52