Airnav Ungkap Letusan Gunung Semeru Tak Ganggu Penerbangan ke Malang hingga Surabaya

2026-01-12 03:37:03
Airnav Ungkap Letusan Gunung Semeru Tak Ganggu Penerbangan ke Malang hingga Surabaya
Jakarta - Airnav Indonesia memastikan aktivitas sejumlah rute penerbangan masih berjalan normal menyusul erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hingga Kamis, 20 November 2025."Sampai informasi ini kami terbitkan, situasinya belum pada kondisi yang memaksa untuk dilakukannya penutupan ruang udara karena ancaman awan abu vulkanik, demikian pula dengan bandara-bandara di sekitarnya," ungkap EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro, Kamis .Wilayah yang berdekatan dengan Gunung Semeru seperti Malang, Banyuwangi, Surabaya dan Yogyakarta. Semua operasional bandaranya masih beroperasi normal. Tidak ada bandara yang ditutup dan sejauh ini tidak ada penerbangan yang dibatalkan.AdvertisementKendati demikian, Hermana menegaskan, AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap rute penerbangan maupun bandara-bandara yang berpotensi terdampak, serta secara konsisten menginformasikan perkembangan terkini melalui penerbitan ASHTAM."Update terakhir adalah ASHTAM nomor VAWR6038 yang kami rilis melalui International NOTAM Office AirNav Indonesia pada 20 November 2025, pukul 02:00 UTC (09.00 WIB)," kata Hermana.Dalam laporan itu disebutkan, status Gunung Semeru ditetapkan dengan status ”Red Code”, yang berarti aktivitas letusan cukup signifikan dan berpotensi mengganggu jalur penerbangan. Abu vulkanik terpantau berada pada dua ketinggian berbeda.Lalu, pada level rendah sebaran abu berada pada permukaan hingga sekitar FL150 atau kurang lebih 4.500 meter, bergerak ke tenggara dengan kecepatan angin sekitar 5 knot. Kemudian sebaran abu pada level tinggi, berada pada permukaan hingga sekitar FL450 atau sekitar 3.500 meter, bergerak ke barat daya dengan kecepatan sekitar 15 knot.”ASHTAM adalah pemberitahuan dengan bahasa khusus yang kami terbitkan untuk menginformasikan perubahan aktivitas gunung merapi, erupsi dan awan abu vulkanik yang dapat memengaruhi kegiatan operasional penerbangan,"jelas Hermana.ASHTAM yang dirilis Airnav Indonesia, diberitahukan kepada seluruh stakeholders yang berkepentingan, baik di dalam maupun luar negeri. Masa berlakunya 24 jam, hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.


(prf/ega)