Dorong Keselamatan Kerja, Intiwi Pamerkan Teknologi Las Berbasis VR Manufacturing Indonesia 2025

2026-01-17 03:56:54
Dorong Keselamatan Kerja, Intiwi Pamerkan Teknologi Las Berbasis VR Manufacturing Indonesia 2025
— Di tengah dorongan menuju industri manufaktur yang lebih berkelanjutan, teknologi pengelasan tidak lagi hanya dinilai dari kekuatan hasil sambungan logam.Aspek keselamatan kerja, efisiensi proses produksi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) kini menjadi bagian penting dari praktik industri yang bertanggung jawab.Hal itu mengemuka dalam ajang Manufacturing Indonesia 2025 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada Rabu hingga Sabtu .Dalam ajang tersebut, sejumlah pelaku industri menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada proses kerja yang aman, presisi, dan minim risiko.Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan teknologi simulasi pengelasan berbasis virtual reality (VR) sebagai sarana edukasi. Melalui simulasi ini, proses pembelajaran pengelasan dapat dilakukan tanpa risiko percikan api maupun paparan panas ekstrem.Baca juga: Studi EY: Mayoritas Perusahaan akan Tingkatkan Anggaran Keselamatan KerjaAdapun simulasi tersebut dihadirkan PT Intan Sukses Globalindo (ISG) yang dapat dicoba siapa saja, mulai dari mahasiswa teknik, pemula yang baru belajar, hingga welder profesional.Manager Marketing PT Intan Pertiwi Industri Justin Djaja mengatakan, melalui teknologi tersebut, pengunjung dapat merasakan sensasi mengelas secara aman dan presisi, tanpa risiko percikan api maupun cacat las.Selain itu, demo kawat las langsung di area booth juga selalu dipadati pengunjung karena memberikan gambaran nyata tentang stabilitas arc, kualitas bead, serta keunggulan elektroda KOBELCO saat digunakan dalam aplikasi pengelasan di industriTak tanggung-tanggung, pihaknya pun menghadirkan produk las berkualitas itu yang didatangkan langsung dari Negeri Sakura.“Ada banyak tipe penetrant Taseto Color Check. Biasanya setelah pengelasan, dengan produk ini bisa terlihat jika ada percikan, cacat, atau indikasi retak yang tidak kasat mata,” ujar Justin dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Baca juga: Konsisten Gelar Pelatihan K3, PetroChina Fokus pada Keselamatan KerjaSelain penetrant test, lanjut Justin, ISG juga menghadirkan MIG-56 Solid Wire, produk kawat las MIG yang dirancang untuk aplikasi pengelasan di sektor manufaktur, otomotif, alat berat, hingga fabrikasi umum.Produk tersebut melengkapi portofolio solusi pengelasan bagi pelanggan yang membutuhkan hasil pengelasan produktif dengan kualitas bead yang konsisten.Justin menjelaskan bahwa fokus utama pemasaran perusahaan saat ini adalah memenuhi kebutuhan pasar domestik.“Pemasaran kami spesifik lebih ke domestik, kami tidak melakukan penjualan ke luar negeri. Dari PT Intan Pertiwi Industri (Intiwi) kami menghadirkan produk kawat las SMAW atau elektroda tongkat untuk berbagai aplikasi pengelasan,” imbuh Justin.Produk kawat las tersebut digunakan di berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur hingga industri berat.Baca juga: Dirjen Minerba: Kompetisi MERC Jadi Momentum Tingkatkan Keselamatan Kerja


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-17 03:44