Imbas Kasus Nenek Elina, Kapolda Jatim: Jangan Viralkan Video-video Mengancam

2026-02-03 05:41:50
Imbas Kasus Nenek Elina, Kapolda Jatim: Jangan Viralkan Video-video Mengancam
SURABAYA, - Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Polisi Nanang Avianto meminta masyarakat bijak dalam menanggapi kasus viral di media sosial. Seperti halnya kasus Nenek Elina Widjajanti di Surabaya.Kasus nenek 80 tahun, Elina Widjajanti di Surabaya yang diduga diusir dan rumahnya dibongkar paksa oleh sekelompok orang viral di media sosial.Kapolda Jatim Nanang menilai kasus yang viral berisi narasi ancaman akan menciptakan suasana mencekam di lingkungan masyarakat.“Kalau kita lihat dari media yang viral-viral ancaman-ancaman. Sekarang saya tanya, apa gunanya sih kita membuat hal-hal yang membuat mencekam? Nggak ada gunanya,” kata Nanang, Senin .Baca juga: Imbas Kasus Rumah Nenek Elina, Eri Cahyadi: Arek-arek Surabaya Jangan TerprovokasiAlih-alih diviralkan, Nanang meminta agar masyarakat berani melapor ke pihak berwajib agar tidak mengganggu situasi yang sudah kondusif.“Kita kan negara hukum, jadi kalau merasa sesuatu hal yang tidak benar ya lapor saja. Jangan membikin situasi gak kondusif dan sekarang ini menjadi viral,” ucapnya.Nanang mewanti-wanti, informasi yang diunggah di media sosial akan cepat tersebar luas.Dalam hitungan detik, informasi tersebut tidak hanya menyebar di wilayah Jatim tetapi internasional.“Dan kita tahu bahwa kondisi negara kita harus kita bikin senyaman mungkin karena kita semua akan menjaga situasi ini. Hal-hal semuanya memerlukan rasa aman,” jelasnya.Baca juga: Imbas Kasus Rumah Nenek Elina, Eri Cahyadi: Arek-arek Surabaya Jangan TerprovokasiApabila situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sudah terkendali, pejabat lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 meminta agar tidak ada unggahan di media sosial yang bersifat provokatif.“Kalau sudah nyaman, nggak usah lah kita memviralkan hal-hal yang sifatnya provokatif. Saya yakin masyarakat Jawa Timur cerdas semuanya, bisa menilai mana yang memviralkan itu baik atau provokatif,” bebernya.Lebih lanjut, Kapolda Kalimantan Timur tersebut menilai informasi viral bersifat provokatif di media sosial akan berdampak stabilitas ekonomi daerah.Nanang bilang, Jawa Timur menjadi daerah yang menjadi primadona untuk investasi dibanding beberapa daerah di luar Jatim.Sehingga, situasi yang aman dan nyaman menjadi nilai jual.“Sehingga nanti semua sentuhan akan bisa berjalan efek domino dari pariwisata sehingga akan berkaitan dengan semua. Dan tentunya akan menciptakan situasi yang positif di dalam pikiran kita,” ungkapnya.Baca juga: Pengusiran Nenek Elina, Madas: Dilakukan Oknum, Bukan OrganisasiOleh sebab itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu lagi memviralkan hal-hal provokatif.Selain itu, bagi pengguna media sosial juga tidak terpengaruh akan informasi provokatif.“Dan kita ingatkan yang bersangkutan, kalau nggak kenal gak usah diteruskan untuk membuat hal yang provokatif karena masyarakat Jatim tidak menginginkan hal demikian,” tutupnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-03 05:23